Ayah Korban Yang Anaknya Meninggal Di Markas FPI : Insyaallah Anak Saya Mati Syahid

Safri, ayah Farhan yang tewas diduga tertembak aparat keamanan 22 Mei. (Suara.com/Supriyadi).

MARTIRNEWS.COM - Isak tangis keluarga pecah kala jasad Farhan Savero (35) tiba di rumah duka Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019).

Di dalam rumah, Safri Alamsyah dan istrinya langsung menyambut keranda mayat sang anak yang dibalut kain warna hijau.

Farhan tewas diduga akibat terkena peluru tajam yang menembus bagian dadanya.

Diduga, penembakan itu terjadi saat aparat keamanan memukul mundur massa aksi 22 Mei hingga ke kawasan Pasar Blok A, Tanah Abang, dini hari tadi.

Safri meminta agar pemerintah bertanggungjawab untuk mengusut kematian anak ke duanya ini.

"Pertama yang bertanggungjawab (kematian anak saya) Presiden Joko Widodo, Megawati, Moeldoko, dan para jendral terdahulu," kata Safri.

Meski demikian, Safri menyakini amal dan ibadah anaknya itu akan diterima Tuhan Yang Maha Esa.

"Saya bangga dengan putra saya, Insyaallah mati Sahid," kata Safri.

Dari keterangan kerabat, Farhan yang merupakan anggota Majelis Taklim Nurul Mustofa diduga terkena tembakan saat sedang berjaga di kediaman Habib Rizieq Shihab--sekaligus Markas FPI di Petamburan, Jakarta Barat.

Safri pun mengaku tak pernah membatasi anaknya untuk bergaul termasuk dan menuntut ilmu agama ke beberapa pengajian di Jakarta.

Dia pun tak menampik, anaknya merupakan pendukung dari Capres nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga

"Saya tak pernah membatasi anak saya dalam keagamaan, ya Farhan anak ke dua saya, Keluarga saya pendukung 02," pungkasnya.

Diketahui, Farhan tewas setelah terkena peluru yang menembus bagian dada hingga ke belakang. Diduga, aksi penembakan itu terjadi saat aparat keamanan memukul mundur massa aksi 22 Mei hingga ke kawasan Pasar Blok A, Tanah Abang, dini hari tadi.

Farhan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Namun, nyawa korban tak tertolong dan menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.

"Korban waktu datang belum meninggal, jadi sempat diresusitasi kemudian tidak tertolong dan kita menghubungi keluarga dan kita kirim ke [rumah sakit] Cipto sekarang," ujar Direktur Rumah Sakit Budi Kemuliaan, dr. Fahrul W Arbi.

Fahrul menerangkan penyebab dari tewasnya Farhan karena peluru tembus hingga ke bagian paru-paru sehingga menyebabkan selaput paru robek.


sumber: suara.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel