IPW Desak Polisi Periksa Titiek Soeharto Soal Aksi 22 Mei, Karena 'Mengarah ke Keluarga Cendana'

(kolase kompas.com)

MARTIRNEWS.COM - 
Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane secara blak-blakan mengungkap alasan ia mendesak polisi untuk memeriksa Titiek Soeharto terkait kerusuhan 22 Mei 2019

Neta S Pane bahkan berani menduga Big Dalang aksi 22 Mei 2019 adalah Keluarga Cendana

Saat ditanya apa yang mendasari dugaan itu, Neta S Pane menjawab bahwa dari data yang diungkap polisi adalah mengarah ke Keluarga Cendana.

"Jadi kalau kita liat apa yang diungkap polisi itu kan mengarah yah, mengarah ke satu muara yaitu dimana ke Keluarga Cendana," ungkap Neta S Pane.

"Dan Keluarga Cendana juga aktif turun demo di Bawaslu," lanjut Neta S Pane.

Kemudian, Neta S Pane juga mendesak polisi untuk segera memeriksa Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto terkait kerusuhan aksi 22 Mei.

"Kenapa sejak awal kita mendesak polisi segera memeriksa Tititek Prabowo (Titiek Soeharto) yang dia nyata-nyata turun langsung ke lapangan," ujar Neta S Pane.

Lalu, rujukan Neta S Pane yang menduga Keluarga Cendana terlibat dalam kerusuhan ini berdasarkan para tersangka yang telah ditangkap polisi.

"Kemudian sebagian besar yang diperiksa polisi itukan orang-orangnya Prabowo, orang-orangnya 02.

Untuk itu kita berharapa polisi segera membongkar, " kata Neta S Pane

Sebelumnya, kumpulan aktivis yang tergabung dalam Rembug Aktivis 98 melaporkan capres 02, Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto ke Bareskrim Polri, Rabu (29/5/2019).

Ada sekitar 50 lebih orang yang mengenakan kaus hitam mendatangi Bareskrim Polri.

Saat mendatangi Bareskrim Polri, mereka mulai bernyanyi yang terdengar seperti setengah berteriak.

Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto

Selain Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto, Aktivis 98 juga melaporkan tujuh orang lainnya.

Dalam tayangan Kompas TV yang diunggah Kamis (30/5/2019), Aktivis 98, Benny Ramdani mengatakan ketujuh orang lainnya yang dilaporkan yakni Amien Rais, Bachtiar Nasir, Haikal Hassan, Kivlan Zein, Fadli Zon, Neno Warisman dan Habib Rizieq Shihab.

Beberapa barang bukti yang dibawa dalam laporan tersebut diantaranya video rekaman pernyataan para terlapor yang diunggah di Youtube.

"Hari ini teman-teman kita sudah melengkapi bukti-bukti lain yang mudah-mudahan bisa menjadi pintu masuk polisi untuk melakukan pengusutan atas laporan kami," ucap Benny Ramdani.

Lanjutnya, dugaan yang mendasari pelaporan mereka terhadap kesembilan orang tersebut diantaranya soal framming curang yang sudah dibangun sejak awal jauh sebelum Pemilu 2019 berlangsung.

"Kedua, pernyataan dari beberapa tokoh terkait agenda people power yang berubah menjadi gerakan kedaulatan rakyat yang berujung kericuhan 22 Mei," ucapnya.

Ketiga, yakni sikap 02 yang awalnya tak mau menempuh jalur konstitusional, walaupun akhirnya menempuh MK.

Selain itu, ia juga menyinggung soal pernyataan Prabowo Subianto yang mengatakan kalau kerusuhan 22 Mei tak ada hubungannya dengan kubu Capres-Cawapres 02.

"Lalu, ada apa dengan Titiek Soeharto yang datang (aksi 21 Mei), ada apa dengan 108 jenderal atau yang mewakili dan memberikan dukungan?" ucapnya.

Menanggapi hal itu, Jubir Bidang Hukum BPN, Ali Lubis mengatakan kalau laporan tersebut bisa menjadi fitnah yang jahat bila tak berbukti.

"Kalau Prabowo dan tokoh lain dituduh berada di belakang dan ada yang menyebut penyandang dana juga, ini fitnah yang sangat jahat. Ini sangkaan yang sangat serius apalagi kalau memang tidak terbukti, Saya melihat ini bisa dilaporkan balik," ucapnya.

Ia melanjutkan, terkait dengan kehadiran Titiek Soeharto yang datang saat aksi 22 Mei, ia menyebut kalau hal itu lumrah dilakukan.

Sebab, Titiek Soeharto tak ada bedanya seperti warga negara lainnya yang berhak menyuarakan aspirasinya,.

"Terkait dengan Titiek dan beberapa pensiunan jenderal yang hadir, itu sebagai warga negara yang ingin memberikan aspirasi dan diatur undang-undang, itu sah-sah saja," ucapnya.


Sumber: tribunnews.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel