Miftachul Akhyar : Keputusan MK Bersifat Final, Tak Perlu Geruduk MK saat Sidang Putusan

ANTARA FOTO/Pool/M Agung Rajasa

MARTIRNEWS.COM - Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar meminta semua pihak bisa menerima keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019.

Miftachul juga mengimbau agar semua umat dan anak bangsa tidak perlu melakukan aksi menggeruduk Gedung Mahkamah Konstitusi jelang putusan nanti.

Miftachul mengatakan apapun yang akan diputuskan oleh MK nantinya sudah pasti berdasar pertimbangan yang matang.

"Keputusan apapun nanti itu akan kita nilai baik. Tentu ya putusan yang betul-betul hadir penuh dengan kecermatan.

Apapun keputusan," kata Miftachul usai menghadiri acara halal bihalal warga NU di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta Utara, Minggu (23/6/2019).

Berkenaan dengan itu, Miftachul mengimbau agar semua umat dan anak bangsa tidak perlu melakukan aksi menggeruduk Gedung Mahkamah Konstitusi jelang putusan nanti.

Sebab, menurutnya ada atau tidaknya aksi tetap keputusan MK itu bersifat final.

"Kita imbau umat dan anak bangsa agar semua keputusan diterima dengan baik.

Enggak usah lah grudak-gruduk untuk ramai-ramai yang menghabiskan energi dan dimanfaatkan oleh orang lain.

Ada atau tidak ada, itu keputusan akan terjadi," ujarnya.

Untuk diketahui, sidang PHPU Pilpres 2019 telah selesai.

Selanjutnya, Majelis Hakim MK akan melakukan Rapat Pemusyawaratan Hakim (RPH) pada tanggal 24 hingga 27 Juni 2019. Sidang pengucapan putusan PHPU Pilpres 2019 itu sendiri dijadwalkan akan digelar pada 28 Juni mendatang.

Berkenaan dengan itu, Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) dikabarkan akan menggelar aksi pada sidang putusan PHPU Pilpres 2019.

Amien Rais disebut-sebut sebagai inisiator dari pelaksanaan aksi massa tersebut.

Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin menerangkan bahwa nantinya ada sekitar 100 ribu orang yang ikut meramaikan aksi massa tersebut.

Novel mengatakan kalau aksi massa itu berawal dari ajakan Amien Rais yang ingin mengadakan aksi damai mengawal jalannya sidang MK.

"Penasehat PA 212 Bapak Amin Rais yang juga dari awal sidang MK mengajak aksi super damai," kata Novel.

Sumber : Suara.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel