Begini Jawaban Cerdas Anies Baswedan Dikritik Tsamara Amany dan Ruhut Soal Ucapan Besi dari Tiongkokb Dianggap rasis Begini Jawaban Cerdas Anies Baswedan Dikritik Tsamara Amany dan Ruhut Soal Ucapan Besi dari Tiongkokb Dianggap rasis - Martir News

Begini Jawaban Cerdas Anies Baswedan Dikritik Tsamara Amany dan Ruhut Soal Ucapan Besi dari Tiongkokb Dianggap rasis

KolaseTsamara Amany & Anies-Sandiaga - Tribunnews.com

MARTIRNEWS.COM - Pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal besi yang diimpor dari Tiongkok sempat menimbulkan beragam reaksi.

Ucapan soal besi yang diimpor dari Tiongkok itu keluar saat Anies Baswedan menjawab kritikan soal instalasi seni Bambu Getah-Getih di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Banyak yang beranggapan kalau ucapan Anies Baswedan berbau rasisme.

Seperti yang diutarakan oleh Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany bahkan mengkritik keras pernyataan Anies Baswedan tersebut.

"Kenapa Pak Anies harus menyebut Tiongkok untuk menjelaskan soal anggaran Rp 550 juta anggaran yang digelontorkan? Menurut saya, apa yang dilakukan Pak Anies adalah narasi konsisten dalam upaya membangkitkan sentimen tertentu di mata publik," kata Tsamara , Minggu (21/7/2019).

Tsamara juga mengaitkan pernyataan Anies Baswedan yang pernah menyebut kata pribumi saat debat calon gubernur DKI Jakarta tahun di Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

"Dulu istilah yang digunakan pribumi, sekarang tiba-tiba bahas impor besi dari Tiongkok, apa kaitannya?" tambahnya.

Selain Tsamara Amany, politisi Ruhut Sitompul juga ikut mengkritik soal pernyataan Anies tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Ruhut Sitompul di kanal Youtube miliknya, Ruhut P Sitompul, Sabtu (27/7/2019).

Ruhut Sitompul tampak mengunjungi lokasi yang dulunya terdapat instalasi bambu Getih Getah di Tugu Tani.

Ia pun tampak mengomentari dana besar yang dipakai untuk membuat instalasi tersebut dan alasan Anies Baswedan memilih bambu.

Menurutnya, uang Rp 550 juta itu besar dan bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat.

"Kita hormati seniman bambu, tapi apa yang terjadi? Dia ringan saja, Rp 550 juta, kebayang itu kalau beli combro udah tenggelam Jakarta," kata Ruhut Sitompul dikutip TribunJakarta.com dari YouTube, pada Sabtu (27/7/2019).

Meski begitu, kata dia, sulit untuk memojokkan Anies Baswedan, sebab pandai memainkan kata-kata.

"Anies ini memang susah dipojokkan, jadi ingat film Kungfu Panda, kalau Anies kungfu lidah, dia katakan kalau beli dari besi nanti musti diimpor dari Tiongkok, apa maksud kau Nis?," tanya Ruhut Sitompul.

Ia pun mengungkap bahwa di Indonesia juga banyak daerah penghasil biji besi.

"Bicara besi, bahannya biji-biji besi, di Indonesia banyak Nies, ada di Cilacap, Cilegon, kalau kau masih nggak tahu cari saja di atlas," katanya sambil tertawa.

Ia pun meminta Anies Baswedan berhenti menyebut pribumi dan non pribumi.

"kau kayaknya seperti gimana dengan Tiongkok tapi kau lupa, contohnya nih bawang dari Tiongkok, bus listrik pun kau pesan dari Tiongkok," jelasnya.

"Aku ini pening, kau gubernur atau menlu? yang lebih ngeri lagi kau ngomong Formula E, kau emangnya CEO olahraga?," tambahnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan menyebut bahwa pihaknya sengaja menggunakan material bambu untuk instalasi seninya ketimbang menggunakan besi.

Ia juga menjawab soal anggaran yang dikeluarkan untuk membeli instalasi bambu Getih Getah yang dipasang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat adalah untuk membantu para petani bambu.

"Anggaran itu ke mana perginya? Perginya ke petani bambu. Uang itu diterima oleh rakyat kecil. Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil. Tapi kalau ini, justru Rp 550 juta itu diterima siapa? Petani bambu, pengrajin bambu," kata dia di Balairung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).

Dalam acara E-Talkshow TV One yang diunggah di channel Youtube 26 Juli 2019, Anies Baswedan kembali menjelaskan soal ucapan besi dari Tiongkok.

Anies menjelaskan, instalasi seni Bambu Getah-Getih itu tidak bisa permanen, dan diprediksi hanya berusia 6 bulan dan maksimal 1 tahun.

Tentunya berbeda dengan instalasi seni yang terbuat dari besi.

"Kalau kita menggunakan besi, kita membesarkan orang yang sudah besar," ucapnya.

Lanjutnya, alasan ia mengucapan Tiongkok karena menurutnya saat ini produsen terbesar besi di dunia adalah dari Tiongkok.

"kalau misal susu, keju, mentega, saya nyebutnya Selandia Baru. Kalau daging sapi ya Australia. Masa kalau saya sebut itu dibilang rasis gitu?" ucapnya.



Sumber : Tribunnews.com


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel