Blokir Jalan Tambak Wedi Baru di Surabaya, Haji Muhammad, pemilik tanah Persilakan Pemkot Beli Tanahnya Blokir Jalan Tambak Wedi Baru di Surabaya, Haji Muhammad, pemilik tanah Persilakan Pemkot Beli Tanahnya - Martir News

Blokir Jalan Tambak Wedi Baru di Surabaya, Haji Muhammad, pemilik tanah Persilakan Pemkot Beli Tanahnya

Foto: Amir Baihaqi

MARTIRNEWS.COM - Haji Muhammad (63), pemilik tanah yang memblokir Jalan Tambak Wedi Baru di Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran mengaku sempat didatangi pemerintah setempat.

Mereka meminta pemblokiran jalan dengan membangun tembok segera dibongkar.

"Pertama yang datang lurah setempat kemudian camat sama perangkat-perangkatnya.

Mereka bilang 'kalau bisa jangan ditutup ini jalan umum'.

Kok jalan umum kita kan ini punya surat (sertifikat)," kata Muhammad , Rabu (28/8/2019).

Ini setiap tahun bayar pajak PBB.

Ya akhirnya camat sendiri nggak bisa bicara.

Karena kita menunjukan surat.

Bukan kita ini mengaku-aku, mengada-ada tidak dengan surat kita dengan tanah kita," tambah Muhammad.

Menurut Muhammad, tanahnya yang berada di Tambak Wedi Baru ada sekitar 1.796 meter.

Sedangkan tanah yang dijadikan jalan ada 540 meter.

Pemiliknya atas nama Uan, saya pemilik kedua.

Tanahnya ada 1.796 meter, yang kena dan dijadikan jalan 540 meter.

Itu bukan sedikit tanah di Surabaya.

Ya kalau tanah desa tidak masalah.

Ini tanah masalahnya letaknya di Surabaya, mahal sekarang.

Muhammad sendiri tidak keberatan jika tanahnya kemudian dibeli oleh pihak Pemkot Surabaya untuk dijadikan jalan umum.

Tapi jika dibeli, ia meminta harga pasar pada umumnya.

"Ya kalau pemerintah mau beli silakan.

Masalah harga dengan harga pasar.

Kita tidak bisa menekan dengan harga.

Harga umum aja.

Kalau misalnya pemerintah tidak mau beli ya kita tutup.

Karena ini hak kita," tegasnya.

"Harga tanah pasar sekarang di sini mahal, permeternya saja yang ada di dalam kampung bisa sekitar Rp 7 juta permeternya.

Apalagi ini letaknya di jalan tambah bisa lebih mahal," imbuhnya.

Tembok permanen yang memblokir jalan sendiri telah dibongkar sekitar 1 meter oleh Muhammad.

Meski begitu, pembukaan itu hanya sementara saja agar warga yang mengendarai motor bisa melintas.

"Iya kita buka lah 1 meter agar warga bisa lewat tapi untuk roda 2 saja.

Kalau mobil nggak bisa.

Kita buka sementara sampai sebulan.

Kalau nggak ada jawaban dari pemerintah ya kita tutup lagi," tandasnya.



Sumber : Detik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel