Perpanjangan izin SKT FPI ikut terseret Setelah Serangan Rizieq ke BPIP Jadi Catatan Kemendagri Perpanjangan izin SKT FPI ikut terseret Setelah Serangan Rizieq ke BPIP Jadi Catatan Kemendagri - Martir News

Perpanjangan izin SKT FPI ikut terseret Setelah Serangan Rizieq ke BPIP Jadi Catatan Kemendagri

Foto : Ist

MARTIRNEWS.COM - Proses perpanjangan izin surat keterangan terdaftar (SKT) Front Pembela Islam (FPI) agaknya bakal bertemu persimpangan jalan.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti kritik imam besar FPI Habib Rizieq Syihab kepada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Rizieq mengatakan BPIP merupakan institusi bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tak paham esensi Pancasila.

Menurut dia, BPIP salah kaprah karena memahami Pancasila sebagai pilar negara.

Sebab, lanjut dia, Pancasila merupakan dasar negara--bukan pilar negara.

Rizieq menyebut mereka yang menyatakan Pancasila sebagai pilar negara tidak paham konstitusi.

"Ironisnya justru rezim perselingkuhan antara komunis sosialis dan liberal kapitalis yang mulai berkuasa sejak reformasi laten kiri 1998, yang merasa paling NKRI dan paling Pancasilais, telah dengan sengaja menggeser Pancasila yang berintikan Ketuhanan Yang Maha Esa dari dasar negara menjadi pilar negara.

Dan parahnya mereka sosialisasikan pergeseran ilegal dan inkonstitusional tersebut secara sistematis melalui lembaga-lembaga tinggi negara, bahkan melalui lembaga tertinggi negara," ujar Rizieq, seperti disiarkan akun YouTube Front TV, Sabtu (24/8) dalam rangka milad ke-21 FPI.

Ia pun mengkritik soal gaji pejabat BPIP yang disebutkan hingga Rp 100 tiap bulan.

Menurut Rizieq, masyarakat berhak mengkritik, bahkan meminta BPIP dibubarkan.

"Lebih parahnya lagi, rezim yang tidak paham hakikat Pancasila ini telah membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang disingkat BPIP.

Dengan anggota yang juga tidak paham esensi Pancasila, tapi digaji lebih dari Rp 100 juta per bulan tiap anggotanya hanya untuk menonton dagelan pengkhianatan pergeseran Pancasila dari dasar negara menjadi pilar negara," ujarnya.

Sumber : Detik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel