Tanggapan BTP Soal UAS Hina Salib : "harusnya kalau orang kristen biasa-biasa saja digituin," Tanggapan BTP Soal UAS Hina Salib : "harusnya kalau orang kristen biasa-biasa saja digituin," - Martir News

Tanggapan BTP Soal UAS Hina Salib : "harusnya kalau orang kristen biasa-biasa saja digituin,"

GATRA/Muhamad Rizky/re1

MARTIRNEWS.COM - Video ceramah Ustad Abdul Somad alias UAS viral di media sosial lantaran dianggap menghina simbol Kristiani.

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahadja Purnama alias BTP pun turut memberikan komentar ihwal video yang jadi kontroversi itu.

Menurut BTP, apa yang dilontarkan oleh UAS tersebut mestinya tidak membuat umat Kristiani naik pitam.

Sebab, kata BTP, kemuliaan simbol salib hanya akan dimengerti oleh umat Kristiani sendiri.

"Karena bagi kami, salib itu lambang mulia. Kalau orang gak mengerti salib dianggap itu macam-macam, tapi gak ngerti. Bagi kami, salib adalah lambang kemuliaan Allah," ucap dia.

Kasus penghinaan terhadap simbol salib itu juga kerap dibanding-bandingkan dengan apa yang dialami BTP saat mencalonkan diri jadi Gubernur DKI Jakarta.

"Bedalah kasusnya, harusnya kalau orang kristen biasa-biasa saja digituin," pungkas BTP usai jadi pembicara seminar wawasan kebangsaan di UK Petra, Surabaya, Senin (19/8/2019

Saat berbicara di depan forum tersebut, Ahok pun sempat menyinggung saat ia dibui di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok karena kasus penistaan agama Islam.

Konteks Ahok saat itu menjawab pertanyaan peserta seminar tentang peran Cina nasrani yang terpinggirkan di Indonesia. Menanggapi pertanyan itu, Ahok berujar bahwa semua tak boleh pesimistis bahwa takdir menjadi nasrani Cina bukan berarti dobel minoritas. Ahok membandingkan dengan dirinya sendiri, bahwa meski pernah dipenjara, namun tak mundur dari dunia politik.


Secara berkelakar Ahok mengatakan bahwa meski dipenjara di Mako Brimob, namun hal itu tak membuatnya tenggelam dari ingar bingar politik.

“Saya masuk Mako Brimob justu promosi, Bos. Jadi saya harus menunjukkan positifnya, santai, jangan biarkan lingkungan mempengaruhi saya,” kata Ahok.

Ahok sendiri pernah tersandung masalah penistaan agama pada 2017 lalu. Dia dianggap menghina Islam saat berkomentar soal penafsiran surat Al-Maidah ayat 51. Dia pun  divonis 2 tahun penjara karena masalah tersebut. Ahok pun kalah dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

Abdul Somad dilaporkan ke polisi setelah video ceramahnya tiga tahun lalu viral di jagad maya. Somad sendiri melalui video yang beredar di media sosial telah mengklarifikasi pernyataanya bahwa ceramah itu terjadi pada tiga tahun lalu di dalam ruang tertutup. Konteksnya pun, kata dia, menjawab pertanyaan jemaah.

Meskipun telah mendengarkan penjelasan Abdul Somad, Komunitas Horas Bangso Batak serta Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) tetap melaporkannya ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim Mabes Polri.


Sumber : Gatra.com&tempo.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel