Hina NU, Sugi Nur Raharja Alias Gus Nur : Loro Ning Ati Dituntut 2 Tahun Penjara Hina NU, Sugi Nur Raharja Alias Gus Nur : Loro Ning Ati Dituntut 2 Tahun Penjara - Martir News

Hina NU, Sugi Nur Raharja Alias Gus Nur : Loro Ning Ati Dituntut 2 Tahun Penjara

Foto: Hilda Meilisa Rinanda

MARTIRNEWS.COM -  Sugi Nur Raharja alias Gus Nur mengaku akan mengajukan pembelaan atas tuntutan 2 tahun penjara yang dijatuhkan jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jatim yang dibacakan tadi siang sekitar pukul 10.30 Wib hingga 11.15 Wib diruang sidang cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

"Pembelaan sudah saya siapakan dari isi hati saya.

Tapi kata penasehat hukum, saya disuruh buat tertulis, iya saya tulis inti-intinya saja," kata Gus Nur usai persidangan, Kamis (5/9).

Diungkapkan Gus Nur, ia tak begitu mempersoalkan tentang tuntutan hukuman yang dijatuhkan jaksa padanya.

Namun ia menyinggung tentang siapa yang dirugikan dalam proses hukum yang telah dijalaninya selama tiga bulan lebih.

"Intinya yang saya rugikan siapa? Siapa yang saya rugikan? yang melaporkan saya kenal, jadi apa yang saya rugikan, nama baiknya nggak, uangnya nggak, apanya nggak, karena memang gak kenal, misalkan atas nama lembaga, dia pun (pelapor) juga gak kenal," ungkap Gus Nur.

Menurut Gus Nur, ia justru merasa menjadi pihak yang dirugikan lantaran sejumlah jadwal dakwahnya banyak yang dicancel akibat proses hukum yang dijalaninya.

"Justru saya yang merasa dirugikan.

Rugi materi, jadwal dakwah di Australia dan beberapa negara batal semua.

Bimbingan Umroh batal semua, kalau dirinci ngeri.

Kalau duit sih relatif, cuma loro ning ati rek (sakit di hati).

Contoh ini ya, setiap Kamis saya harus terbang dari Padang, Medan dan luar Jawa terus pulang hanya untuk sidang dan ujung ujung ditunda," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, selain menjatuhkan tuntutan 2 tahun penjara, jaksa juga meminta majelis hakim yang diketuai Slamet Riyadi melakukan penahanan terhadap Gus Nur.

Dalam surat tuntutannya yang dibacakan secara bergantian oleh jaksa Novan A Arianto, Muhammad Nizar dan Oki Muji Astutik menyatakan  Gus nur telah terbukti melanggar Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Persidangan kasus Gus Nur ini mulai disidangkan pada Kamis (26/5) lalu. Dalam surat dakwaanya, jaksa membeberkan kutipan video vlog berdurasi 1 menit 28 detik yang dipotong dari keselurahan kutipan video vlog yang berdurasi 28 menit 25 detik, dengan judul "Generasi Muda NU Penjilat'.

Berikut kutipan potongan kalimat video vlog  yang dituangkan dalam dakwaan jaksa :

'Aku kok gak ngerti itu, dari dulu aku denger orang ini dari dulu, cuman kan gak ada waktu ngreken, ada yang bilang jual nasi goreng, siapah sih adminnya Generasi Muda NU itu ? coba ,misalkan perempuan, lebih cantik mana sama isteri-isteriku ?, he Generasi Muda NU ..taek, kalau kamu laki-laki, kamu lebih ganteng mana sama aku ?, ekonomi kamu, lebih kaya mana sama aku ? ayo buka-bukaan yo, jangan-jangan kamu kere, jangan-jangan kau penjual nasi goreng, jangan-jangan kamu luru utis, tu kemarin Ansor lapor di Polda Palu melaporkan saya gara-gara video yag mbela ustad Felix, ayo laporkan, apa lu jual gue borong tanpa gue tawar, aku wis blenek ndelok awakmu, model-model koyok raimu iku wis mblenek aku, kalau kamu kyai, kalau kamu ustad ayo duet argumentasi, ayo kamu ceramah, aku ceramah, kamu ceramah disini, aku ceramah disini, banyak mana nanti umatnya yang datang'.

Dalam kasus ini, Gus Nur dilaporkan oleh Maruf Syah setelah melihat video vlog tersebut beredar di grup WhatsApp PWNU Jatim dengan judul 'Generasi Muda NU Penjilat'.

Gus Nur mengaku kasus yang dihadapinya ini bermula atas tanggapannya terkait status yang dibuat oleh akun Generasi Muda NU yang menyebut dirinya salah satu sebagai ustadz radikal dan Wahabi dari 20 ustad lainya seperti Abdul Somad, Ade Hidayat, Teuku Zulkarnaen.



Sumber : Rmol.id

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel