Inilah Langkah Anies Baswedan Agar Tawurang Di Manggarai Tak Terjadi Lagi Inilah Langkah Anies Baswedan Agar Tawurang Di Manggarai Tak Terjadi Lagi - Martir News

Inilah Langkah Anies Baswedan Agar Tawurang Di Manggarai Tak Terjadi Lagi

Twitter.com/@Suparjohy

MARTIRNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bakal menyiapkan langkah-langkah agar aksi tawuran yang kerap terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan tidak terulang kembali.

"Nanti kita sedang siapkan beberapa langkah terkait dengan mencegah terjadinya tawuran itu. Kita akan bicarakan," ujar Anies Baswedan di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019).

Soal apa saja langkah yang dimaksudnya, Anies Baswedan belum bisa menjelaskannya.

Tapi tak menutup kemungkinan dirinya bakal melibatkan pihak kepolisian.

Diketahui, tawuran di kawasan Manggarai sempat terjadi beberapa kali dan mengakibatkan keresahan warga sekitar serta para pengguna kereta Commuter Line.

Pada Senin (15/7/2019) tawuran antar warga terjadi di terowongan bawah rel kereta menuju Stasiun Manggarai.

Teranyar, tawuran kembali pecah pada Rabu (4/9/2019) di lokasi serupa.

Polres Metro Jakarta Selatan kala itu langsung melakukan penyisiran kawasan Manggarai, Jakarta Selatan selama dua hari.

Penyisiran dilakukan pada Kamis (5/9/2019) malam dan Jumat (6/9/2019).

Hasilnya, ada 13 orang yang diamankan dalam penyisiran tersebut.

"Ada empat orang yang diamankan. Sebelumnya tadi malam ada sembilan orang. Jadi totalnya ada 13 orang," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Bastoni Purnama saat dikonfirmasi, Jumat (6/9/2019).

Lima orang yang ditangkap karena terlibat tawuran antar warga.

Sementara delapan orang lainnya terkait narkoba.

Bastoni mengatakan pihaknya masih mendalami keterkaitan antara peredaran narkoba dengan tawuran warga.

"Masih kita dalami, karena baru kita amankan nanti di kantor. Kita periksa, kita dalami apakah ada keterkaitan dengan pelaku tawuran juga," tutur Bastoni.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Bastoni Purnama mengtakan, ada kemungkinan aksi tawuran di Manggarai, Jakarta Selatan merupakan kedok untuk mengedarkan narkoba di permukiman setempat.

Kecurigaan ini bermula saat polisi melakukan sweeping di permukiman Manggarai Selatan alias Magasen, Tebet untuk mencari pelaku tawuran. 

Di satu sisi polisi justru menemukan delapan pengguna sabu dan ganja.

Selain itu, Bastoni juga menilai bahwa efek konsumi narkoba juga jadi pemicu terjadinya aksi tawuran.

"Tapi bisa jadi warga Manggarai tersebut tidak bisa dikendalikan atau menjadi brutal, mungkin salah satu dampak dari penggunaan narkoba," kata Bastoni saat ditemui di Manggarai, Jumat (6/9/2019).

Atas dugaan tersebut, pihak Polres Metro Jakarta Selatan kini tengah menyelidiki kemungkinan adanya peredaran barang haram tersebut.

"Untuk keterkaitan peredaran narkoba dengan tawuran korelasinya masih kami dalami ya," kata dia.

Sebelumnya, jajaran Polres Metro Jakarta Selatan telah mengamankan lima orang pelaku tawuran dan delapan orang penggunan narkoba di kawasan Magasen, Tebet, Jakarta Selatan.

"Tadi malam sudah melakukan penangkapan terhadap sembilan orang. Lima pelaku tawuran dan empat positif narkoba. Kemudian siang ini kami juga berhasil mengamankan empat pelaku narkoba. Jadi total ada 13 orang," ucap Bastoni.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan untuk aksi tawuran.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bakal menyiapkan langkah-langkah agar aksi tawuran yang kerap terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan tidak terulang kembali.

"Nanti kita sedang siapkan beberapa langkah terkait dengan mencegah terjadinya tawuran itu. Kita akan bicarakan," ujar Anies Baswedan di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019).

Soal apa saja langkah yang dimaksudnya, Anies Baswedan belum bisa menjelaskannya.

Tapi tak menutup kemungkinan dirinya bakal melibatkan pihak kepolisian.

Diketahui, tawuran di kawasan Manggarai sempat terjadi beberapa kali dan mengakibatkan keresahan warga sekitar serta para pengguna kereta Commuter Line.

Pada Senin (15/7/2019) tawuran antar warga terjadi di terowongan bawah rel kereta menuju Stasiun Manggarai.

Teranyar, tawuran kembali pecah pada Rabu (4/9/2019) di lokasi serupa.

Polres Metro Jakarta Selatan kala itu langsung melakukan penyisiran kawasan Manggarai, Jakarta Selatan selama dua hari.

Penyisiran dilakukan pada Kamis (5/9/2019) malam dan Jumat (6/9/2019).

Hasilnya, ada 13 orang yang diamankan dalam penyisiran tersebut.

"Ada empat orang yang diamankan. Sebelumnya tadi malam ada sembilan orang. Jadi totalnya ada 13 orang," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Bastoni Purnama saat dikonfirmasi, Jumat (6/9/2019).

Lima orang yang ditangkap karena terlibat tawuran antar warga.

Sementara delapan orang lainnya terkait narkoba.

Bastoni mengatakan pihaknya masih mendalami keterkaitan antara peredaran narkoba dengan tawuran warga.

"Masih kita dalami, karena baru kita amankan nanti di kantor. Kita periksa, kita dalami apakah ada keterkaitan dengan pelaku tawuran juga," tutur Bastoni.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Bastoni Purnama mengtakan, ada kemungkinan aksi tawuran di Manggarai, Jakarta Selatan merupakan kedok untuk mengedarkan narkoba di permukiman setempat.

Kecurigaan ini bermula saat polisi melakukan sweeping di permukiman Manggarai Selatan alias Magasen, Tebet untuk mencari pelaku tawuran. 

Di satu sisi polisi justru menemukan delapan pengguna sabu dan ganja.

Selain itu, Bastoni juga menilai bahwa efek konsumi narkoba juga jadi pemicu terjadinya aksi tawuran.

"Tapi bisa jadi warga Manggarai tersebut tidak bisa dikendalikan atau menjadi brutal, mungkin salah satu dampak dari penggunaan narkoba," kata Bastoni saat ditemui di Manggarai, Jumat (6/9/2019).

Atas dugaan tersebut, pihak Polres Metro Jakarta Selatan kini tengah menyelidiki kemungkinan adanya peredaran barang haram tersebut.

"Untuk keterkaitan peredaran narkoba dengan tawuran korelasinya masih kami dalami ya," kata dia.

Sebelumnya, jajaran Polres Metro Jakarta Selatan telah mengamankan lima orang pelaku tawuran dan delapan orang penggunan narkoba di kawasan Magasen, Tebet, Jakarta Selatan.

"Tadi malam sudah melakukan penangkapan terhadap sembilan orang. Lima pelaku tawuran dan empat positif narkoba. Kemudian siang ini kami juga berhasil mengamankan empat pelaku narkoba. Jadi total ada 13 orang," ucap Bastoni.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan untuk aksi tawuran.

Selain itu, hasil tes urine para pemakai narkoba menunjukkan positif gunakan sabu dan ganja.

Para pelaku langsung dibawa ke Polres Jakarta Selatan untuk diperiksa. Polisi tengah mengembangkan untuk mencari pelaku lain.



Sumber : Tribunnews.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel