Tak Pernah Mau Salat Istisqa (Solat Minta Hujan), Ternyata Inilah Alasan Ustadz Abdul Somad Sesungguhnya Tak Pernah Mau Salat Istisqa (Solat Minta Hujan), Ternyata Inilah Alasan Ustadz Abdul Somad Sesungguhnya - Martir News

Tak Pernah Mau Salat Istisqa (Solat Minta Hujan), Ternyata Inilah Alasan Ustadz Abdul Somad Sesungguhnya

Foto : Dok. Fanpage Facebook Ustaz Somad

MARTIRNEWS.COM -Salat Istisqo akhir-akhir ini banyak dilakukan di berbagai tempat, mulai dari kantor pemerintah hingga sekolah.

Solat dengan maksud meminta agar hujan segera turun ini dilaksanakan setelah polusi asap atau kabut asap terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Meski banyak yang melaksanakan, ternyata Ustadz Abdul Somad, dai asal Riau, tak pernah melaksanakannya.

Menurut UAS, sudah banyak yang mengajak dirinya untuk melaksanakan Istisqa.

Namun sampai saat ini belum pernah dirinya melaksanakan.

"Saya seumur-umur hidup tak pernah salat Istisqa. Tak pernah. Sekalipun tak pernah," kata UAS saat menyampaikan kajian di Masjid Raya Nur Ilahi, Tanjung Pinang.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, sampai berbuih mulut orang memintanya, dirinya tetap tidak mau.

Apa asalan Ustadz Abdul Somad tak mau ikut dalam Salat Istisqa? UAS menyampaikan alasannya di depan jemaah.

"Bebuih mulut orang minta saya salat Istisqa, ndak.

Karena saya tahu ini bukan kebakaran, dibakar.

Ini kejahatan.

Mendoakan orang jahat kok didoakan," kata UAS.

Dirinya menegaskan, mereka yang sudah membakar hutan dan lahan harusnya mendapat hukuman setimpal.

"Pembakar-pembakar ini musti digantung di Monas. Ditembak," kata UAS.

Ustadz Abdul Somad kemudian melayangkan pertanyaan ke jemaah.

"Setujukah bapak ibu pengedar sabut ditembak mati?," kata UAS.

"Setuju," jawab jamaah.

Lalu ustadz abdul Somad kembali mengajukan pertanyaan.

"Mana yang lebih berbahaya, pengedar sabu-sabu apa pembakar hutan?," katanya.

"Pembakar hutan," kata jemaah, kompak.

"Nah itulah jawabannya," kata UAS.

Kalau pengedar sabu-sabu, yang mati, yang sakaw hanya orang beli sabu-sabu.

"Tapi yang membakar hutan, bayi-bayi kena ISPA.

Tadi di berita masuk ke FB orang utan pun jadi korban.

Ular sama anak, sama cucu ular mati.

Bayangkan itu, Ini kejahatan luar biasa," katanya.

UAS menegaskan, pelaku pembakar lahan bukan perorangan.

Sebab dari dulu nenek moyang kita kalau mau nanam padi memang bakar hutan.

"Tapi kenapa tak ada berasap zaman dulu? Karena ini pembakarnya adalah corporate korporasi. orang orang yang memang jahatnya luar biasa," katanya.

"Tak bisa dilawan dengan Istisqa.

Harus dilawan dengan penegakan hukum yang tegas," pungkasnya.


Sumber : Tribunnews.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel