Pasca Kerusuhan , Kondisi ekonomi di Wamena mulai pulih, tapi harga makanan masih mahal, penyet lele Rp 80 ribu, warga pendatang masih trauma Pasca Kerusuhan , Kondisi ekonomi di Wamena mulai pulih, tapi harga makanan masih mahal, penyet lele Rp 80 ribu, warga pendatang masih trauma - Martir News

Pasca Kerusuhan , Kondisi ekonomi di Wamena mulai pulih, tapi harga makanan masih mahal, penyet lele Rp 80 ribu, warga pendatang masih trauma



Foto : BumiPapua.com/Stefanus

MARTIRNEWS.COM - Kondisi ekonomi di Wamena mulai pulih, tapi harga makanan masih mahal, penyet lele Rp 80 ribu, warga pendatang masih trauma.

Direktur Program Laznas Nurul Hayat, Kholaf Hibatulloh mengatakan pihaknya ikut mendampingi warga Jatim yang kembali dari Wamena.

Banyak pengungsi yang kembali ke Jatim tanpa membawa bekal apapun.

Kemudian, mereka kembali dalam kondisi psikologis trauma pasca rusuh.

Hingga kini warga Jatim yang kembali dari Wamena mengalami trauma berat.

Bahkan, mereka mengaku enggan kembali ke Wamena.

“Trauma untuk kembali, asesmen lagi.

Suasana di lapangan di pintu Lanud.

Ada rasa trauma berat.

Ada maskapai hercules sudah dihentikan kemarin.

Hari ini (dibuka) yang ada rute dari Wamena ke Sentani,” jelasnya,.

Sementara itu, menurut Kholaf aktivitas ekonomi di Wamena mulai bergeliat.

Warung-warung mulai buka, seperti warung masakan padang.

Akibatnya, harga bahan pokok meninggi mengingat ribuan pendatang masih mengungsi di luar Wamena.

“Ekonomi mulai hidup.

Tapi ya begitu harga dari satu ekor ayam sampai Rp 600 ribu.

Penyetan lele Rp 80 ribu,” pungkasnya.

Direktur Program Nurul Hayat, Kholaf Hibatulloh, telah mendata pengungsi dari Wamena yang sempat dipulangkan ke Jawa Timur.

Kebanyakan warga ini tidak ingin kembali ke Wamena lantaran trauma berat.

Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos), Lanud dengan Pemprov mengenai perkembangan masyarakat warga Jatim yang ada Wamena.

"Untuk di sana sendiri Wamena ada koordinasi harian yang di situ ada pemerintah dan LSM lokal, masyarakat, mereka koordinasi harian," jelas Kholaf, Sabtu, (5/10/2019).

"Pemprov melalui dinsos, mengantarkan dan mendata masyarakat pulang kemana-kemana.

Kita ambil peran di situ. Sampai ke dinsos Kecamatan atau kabupaten itu yang kita lakukan," jelas Kholaf,

Dia menambahkan seluruh elemen masyarakat ikut berperan membantu pemulihan dalam perkara ini.

Karena baginya kasus di Wamena belum bisa dikatakan selesai.

"Ini belum selesai, masih ada peran dari warga yaitu sisi psikologi dan juga ekonomi.

Karena mereka pulang dari Wamena tanpa membawa apa-apa. Itu yang perlu kita perhatikan," pesannya.

Kholaf pun mengimbau masyarakat untuk terus membantu, terlebih dalam hal menyaring informasi.

"Kami mengimbau masyarakat atau semua elemen untuk menyaring berita yang sifatnya provokasi.

Karena kita akan terus menyiarkan perdamaian. Wamena damai, Papua damai dan sebagainya," ucap Kholaf.

"Selain itu terhadap Pemprov yang warganya pulang, bahwa ada PR selanjutnya penanganan psikososial dan juga ekonomi masyarakat tersebut," tutupnya.





Sumber : Tribunnewswiki.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel