Pesan Prabowo ke Ryamizard Saat Sertijab : "Jangan Banyak Buka Rahasia"


Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat prosesi serah terima jabatan (sertijab) dari Menteri Pertahanan periode 2014-2019 Ryamizard Ryacudu di Gedung AH. Nasution, Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019). Prabowo Subianto resmi mengemban tugas sebagai Menteri Pertahanan periode 2019-2024.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)


MARTIRNEWS.COM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku banyak rahasia tentang dirinya yang tak diketahui publik justru diketahui oleh Ryamizard Ryacudu, pendahulunya di Kemterian Pertahanan.

Diakui Prabowo, sebelum menggantikan Ryamizard, keduanya sudah saling mengenal sejak lama.

Keduanya bahkan bersahabat sejak muda.

Prabowo dan Ryamizard bersama-sama menjadi taruna AKABRI.

Dalam kegiatan Serah Terima Jabatan di Kemhan, Jakarta, Kamis (24/10/19), keduanya kembali mengingat masa-masa pendidikan yang telah dilalui bersama-sama dahulu.

"Saya mengenal Pak Ryamizard itu sudah puluhan tahun.

Kita dulu taruna bersama-sama di lembah Tidar, digembleng sama-sama.

Saya kenal beliau, semangatnya tidak jauh dengan saya.

Sangat merah putih," kata Prabowo.

Prabowo pun meminta agar Ryamizard tak membongkar rahasianya kepada publik.

"Jadi jangan banyak dibukalah (rahasia)," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ryamizard yang telah purna tugas.

Dia berjanji akan melanjutkan tongkak kepemimpinan yang ditinggal Ryamizard dengan baik.

"Saya akan berusaha untuk berbuat yang terbaik," kata dia.

Di tempat yang sama, Ryamizard juga mengaku lega lantaran bisa menyerahkan tanggung jawab sebagai Menhan kepada sosok Prabowo yang memang sudah ia anggap sebagai saudara sendiri.

Sebagai mantan prajurit, Ryamizard mengaku banyak sekali kenangan di masa-masa pendidikan yang ia jalani bersama dengan Prabowo.

"Dari awal masuk diplonco sampai jungkir balik sama-sama.

Sekarang sama-sama lagi.

Jadi alhamdulillah tugas ini pasti, saya yakin, akan dilaksanakan sebaik-baiknya," kata Ryamizard.

Purnawirawan Jenderal bintang empat itu juga mengingat kembali masa-masa dihukum bersama Prabowo.

Tak jarang keduanya dihukum memanjat tiang listrik karena tidak bisa menyebutkan Sapta Marga.

"Terlalu banyak kenangan dengan beliau ini, karena dua tahun sama-sama satu kompi.

Kebetulan kompi saya dengan Pak Prabowo banyak orang betawinya, nakal-nakal," kata dia.



Sumber : Cnnindonesia.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel