Tak Ada Jadwal Untuk Risma, Padahal Jokowi Sudah Kumpulkan Calon Menteri



Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Foto : TEMPO/Bintari Rahmanita

MARTIRNEWS.COM - Pemerintah Kota Surabaya mengonfirmasi bahwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma berada di Jakarta, Senin (21/10).

Namun, Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menyatakan keberadaan Risma di Jakarta hanyalah untuk keperluan transit usai kunjungan ke Jerman.

"Ini kan hari terakhir beliau kunjungan ke Jerman, nah hari ini kembali ke Indonesia. Seharusnya transit dulu di Jakarta," kata Febri, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/10) petang.

Hal itu diungkapkan Febri membantah kabar yang menyatakan bahwa Risma menjadi salah satu tokoh yang diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan untuk ditawari jabatan menteri.

Diketahui, sepanjang hari ini Jokowi telah memanggil beberapa tokoh termasuk Mahfud MD dan Nadiem Makarim ke istana untuk ditawari membantu di kabinet.

"Ndak ada (jadwal Risma bertemu presiden), saya juga mau koordinasi juga kemungkinan masih di pesawat.

Tapi malam ini yang pasti (pulang) ke Surabaya," ujar Febri.

Saat ditanya apakah Risma memiliki jadwal bertemu dengan Presiden Jokowi pada esok hari Selasa (22/10), Febri pun menampik hal itu karena Risma memiliki jadwal kegiatan di Surabaya.

"Besok ada jadwal, di Surabaya, nggak ada itu [ke Jakarta], enggak ada [bertemu presiden]. Sementara [jadwalnya] masih di Surabaya," ujarnya.

Wacana bakal ditunjuknya Risma menjadi salah satu menteri di Kabinet Jokowi sebelumnya dilontarkan Sekretaris DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Ia mengungkapkan, Risma adalah salah satu kepala daerah yang berpeluang menempati kursi menteri.

Selain Risma ada pula nama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono alias Kanang, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"Kepala daerah dari PDIP di Jatim kan bagus-bagus, banyak itu, ada Pak Kanang, ada Pak Anas, ada Bu Risma, bahkan Bu Risma sudah jadi ketua DPP Partai," kata Hasto, ditemui di Kantor DPD PDIP Jatim, Surabaya, Jumat (18/10).

Hasto mengatakan tiga nama itu adalah hasil penilaian yang dilakukan Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Mereka dinilai mempunyai kapasitas dan prestasi yang baik.

"Ya itu nama-nama, kalau presiden, di dalam profiling presiden, kemudian menilai kepala daerah itu baik, dan kemudian tentu saja hal itu akan dikonsultasikan didialogkan dengan Ibu Mega," ujarnya.

Tiga nama tersebut, kata Hasto, dijaring melalui salah satu jalur rekrutmen kabinet Jokowi-Ma'ruf, yakni melalui jalur kepala daerah. Namun, soal terpilih atau tidaknya, hal itu akan bergantung pada keputusan Jokowi selaku presiden.




Sumber : Cnnindonesia.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel