Tak undang Menag di Hari Santri , Panitia : "Ragu Menagnya seorang santri atau bukan? Belum pernah tahu beliau pakai sarung."

Menteri Agama Fachrul Razi. (Foto: Istimewa)



MARTIRNEWS.COM - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin tiba di arena puncak Hari Santri Nasional 2019, Santri Culture Night Carnival (SCNC) 2019, di Gedung PWNU Jawa Timur, Surabaya, Minggu malam (27/10/19).

Acarapun pun langsung dibuka dengan sambutan Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Abdusalam Sokhib, selaku ketua penyelenggara acara tersebut.

Mulanya Abdusalam memberikan ucapan selamat datang kepada Wapres, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta para kiai-kiai NU.

Namun ada yang berbeda kala Abdusalam memberikan ucapan selamat datang kepada jajaran para menteri Kabinet Indonesia Maju yang hadir. Ia sempat salah sebut.

"Yang kami hormati para menteri Kabinet Indonesia Maju, yang alhamdulillah pada malam hari ini hadir Bapak Mendag, Ibu Menteri Tenaga kerja, Bapak Menteri Agama," kata dia, Minggu (27/10/19).

Padahal, pantauan wartawan di lokasi, Menteri Agama Fachrul Razi, tak nampak hadir. Yang terlihat adalah Wamenag Zainut Tauhid. Mendag Agus Suparmanto, dan Menaker Ida Fauziah. Ia pun langsung meralat ucapan.

"Mohon maaf Bapak Wakil Menteri Agama. Saking cintanya kita pada Menteri Agama, alhamdulillah berokah beliau acara kita menjadi liputan nasional," ujar dia.

Sebelumnya, panitia acara puncak Hari Santri Nasional 2019 mengaku tak bakal mengundang Menteri Agama RI, Fachrul Razi.

Abdusalam Sokhib, selaku penyelenggara acara tersebut mengatakan, tak diundanganya Menag, lantaran pihaknya belum mengetahui apakah Fachrul Razi merupakan seorang santri atau bukan.

"Untuk (mengundang) Menteri Agama, saya belum pernah tahu beliau pakai sarung, jadi karena nanti khawatir enggak sampai undangannya, jadi belum dulu lah," kata Abdusalam, di Surabaya, Kamis (24/10/19).

Selain itu, Abdusalam juga mengatakan, alasan pihaknya tak mengundang, juga lantaran belum mengetahui apakah Fachrul yang baru saja dilantik ini, merupakan kader NU atau bukan.

"Selama ini kita belum tahu ya, tapi kalau kader jelas bukan, definis kader itu kan yang pernah aktif di organisasi Nahdlatul Ulama, baik di tingkat ranting ataupun desa sampai di tingkat pusat apakah itu Ansor atau IPPNU atau yang lain," kata dia.



Sumber : Detik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel