Akhirnya Polisi Turun Tangan Dalami 'Surat Tugas' Pemicu Ormas Bekasi Minta Jatah Parkir Minimarket

Dari kiri ke kanan: Dandim 05/07 Kota Bekasi Letkol Rama Pratama, Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Indarto, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dan Ketua GIBAS Kota Bekasi Deni M. Ali menyampaikan konferensi pers di Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (4/11/2019). Konferensi pers itu menyangkut viralnya video ketika sejumlah ormas berunjuk rasa meminta jatah parkir minimarket pada pemerintah dan pengusaha, 23 Oktober 2019 lalu.(KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN)


MARTIRNEWS.COM - Polres Metro Bekasi akhirnya turun tangan menyelidiki viralnya video ormas yang 'memaksa' minimarket untuk bekerja sama dalam mengelola parkir. Polisi mendalami soal 'surat tugas' dari Bappenda Kota Bekasi kepada ormas tersebut.

"Nah kami luruskan, tadi dikatakan ada surat tugas. Surat tugas akan kami dalami, tersendiri dan itu akan masuk ranah penyelidikan di Krimsus," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Arman kepada wartawan di kantornya, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (4/11/2019).

Arman menegaskan pihaknya tidak mentolerir aksi premanisme. Polisi juga sedang mendalami apakah ada intimidasi dalam video viral itu.

"Perlu saya tegaskan, di Bekasi Kota tidak mentolerir sedikit pun aksi premanisme.

Polresta Metro Bekasi Kota tidak mentolerir aksi premanisme bentuk apa pun juga. Nah namun untuk tindak pidana premanisme sendiri, memang di video tersebut terkesan ada intimidasi.

Namun kami akan coba dalami dan masih lidik memang apakah ada unsur tindak pidana yang terjadi," tegas Arman.

Dalam video tersebut, Ketua GIBAS Bekasi Deni Muhamad Ali juga sempat meinta agar tidak ada oknum TNI-Polri yang membekingi minimarket.

Terkait hal itu, Deni juga telah diminta klarifikasi oleh polisi.

"Tadi sudah kami tanyakan masalah itu.

Tapi rekan-rekan bilang itu spontantitas. silakan ditanya.

Tapi apapun bentuknya itu membuat gusar TNI-Polri se-Indonesia karena statementnya TNI-Polri jangan membekingi pengusaha.

Tapi itu tidak jelas pengusaha apa, bentuknya bagaimana kan itu tidak jelas," ujar Arman.

Selain itu, polisi akan juga akan mendalami kehadiran Kepala Dinas Bapenda Kota Bekasi Aan Suhanda dalam aksi demontrasi ormas di depan minimarket, Jalan Narogong, Kota Bekasi, Rabu (23/10/19) lalu.

Arman menyebut pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut jika ada indikasi korupsi.

"Itu tersendiri ya akan kami dalami. Kalau memang ada indikasi kebijakan yang dikeluarkan terhadap indikasi korupsi akan kami dalami," tegasnya.

Untuk saat ini, belum ada tersangka dari kasus ini. "Kan lagi kami dalami," ujarnya.

Sebelumnya beredar video ormas yang meminta jatah preman kepada minimarket.

Dalam video tersebut, tampak Kepala Bappenda Kota Bekasi Aan Suhanda didampingi polisi dan sejumlah ormas.

Dalam video itu, Aan meminta agar minimarket di Kota Bekasi bekerja sama dengan ormas dalam hal penarikan retribusi parkir.

"Pada intinya saya hadir di sini mewakili wali kota.

Kami hadir di sini ingin menyampaikan, kami tahu bahwa tuntutan aliansi kami sudah baca bersama Pak Wali Kota.

Kita bicara bukan ke belakang, bahwa dinyatakan Alfamart semua se-Kota Bekasi ada 606 titik Alfamart, Indomaret dan Alfamidi dan pada hari ini sesuai UU 28 No 2009 dan Perda No 10 Tahun 2019 bahwa Alfamart, Indomaret, Alfamidi itu sudah termasuk kategori pajak, tidak lagi retribusi, kontribusi (tetapi) wajib pajak.

Sudah kita golongkan NPWD se-Kota Bekasi.

Cuma sekarang untuk pengelolaan tergantung pemilik Indomaret, Alfamart, saya harap ada kerja sama antara Alfamidi, Alfamart, Indomaret bekerja sama apakah itu dengan ormas, saya harap ada kerja sama dengan ormas tinggal kita tanya sekarang, Indomaret sini bersedia atau tidak," kata Aan.

Di sela-sela Aan berbicara, terdengar suara anggota ormas yang berkata kasar.

Aan pun sempat terhenti sampai akhirnya perwakilan ormas memberikan pernyataannya.

"Kami berterimakasih kepada Haji Aan yang meluangkan waktunya kemari ingin menyelesaikan terkait permasalahan parkir retribusi.

Satu, sesuai tuntutan kami untuk surat instruksi wali kota yang sudah diturunkan ke Indomaret dan Alfamart yang pengelolaannya dikawal oleh kami, harus tetap dijalankan seperti yang sudah kita jalankan.

Kedua, saya minta TNI dan Polri tidak membeking pengusaha-pengusaha Kota Bekasi, bukan ranahnya mereka.

Ketiga, kita membantu PAD Kota Bekasi melalui Bappenda jadi kita dukung Bekasi yang notabenenya kota Bekasi lagi bangkrut.

Keempat kita jaga marwah organisasi dan aliansi ormas, saya minta bukan hanya Alfamart dan Indomaret di sini saja, 600 minimarket wajib kerja sama dengan kami untuk memberdayakan kami sebagai orang Bekasi, jangan jadikan kami pencuri, perampok di kota kami sendiri. Terimakasih," tutur pria tersebut.




Sumber : Detik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel