Akhirnya Refly Harun Bongkar Kenapa Dirinya Dicopot Erick Thohir dari Pelindo I, Sindir Makan APBN

MARTIRNEWS.COM - Akhirnya Refly Harun bongkar kenapa dirinya dicopot Erick Thohir dari kursi Komisaris Utama Pelindo I, sindir makan APBN...



MARTIRNEWS.COM - Akhirnya Refly Harun bongkar kenapa dirinya dicopot Erick Thohir dari kursi Komisaris Utama Pelindo I, sindir makan APBN.

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun buka suara soal musabab dirinya dicopot Menteri BUMN Erick Thohir dari kursi Komisaris Utama Pelindo I.

Tidak hanya itu, Refly Harun juga membeber mengapa dirinya kerap mengkritik Pemerintah Jokowi.

Merasa masyarakat perlu tahu, Refly Harun akhirnya membongkar penyebab dirinya dicopot Erick Thohir.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun telah mengonfirmasi bahwa dirinya kini tak lagi menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) Pelindo 1.

Dilansir TribunWow.com, Refly Harun mengaku dicopot dari jabatan tersebut karena kerap mengkritik Pemerintah.

Bahkan, ia menyebut kerap diangggap kritis pada Pemerintah meski menjabat di perusahaan BUMN tersebut.

Hal itu disampaikan Refly Harun melalui tayangan YouTube Refly Harun, Selasa (28/4/2020).

Menurut Refly Harun, seorang pegawai BUMN tidak menduduki jabatan di Pemerintahan.

Sebab, menurut dia ada beda pengertian antara Pemerintah dan negara.

Pada kesempatan itu, ia pun mengklarifikasi anggapan yang menilai orang yang mendapat gaji dari anggaran pendapatan dan belanja negara ( APBN) tak berhak mengkritisi Pemerintah.

Refly Harun lantas secara gamblang menyatakan bantahannya terhadap anggapan tersebut.

"Kalau begitu yang namanya dosen-dosen perguruan tinggi negeri itu enggak boleh mengkritik Pemerintah, dosen-dosen PNS itu," jelas Refly.

"Karena dia makan dari APBN, kan uang APBN gaji mereka. Peneliti-peneliti LIPI juga enggak boleh mengkitik Pemerintah karena dia makan APBN, bukan begitu."

Menurut Refly Harun, jika anggapan itu benar, seorang anggota DPR pun juga tak berhak mengkritisi Pemerintah.

Karena itu, ia menegaskan bahwa siapapun berhak melayangkan kritikan meski menjabat di perusahaan negara.

"APBN itu anggaran pendapatan dan belanja negara, bukan anggaran dan pendapatan belanja Pemerintah," kata Refly Harun.

"DPR enggak boleh juga mengkritik Pemerintah karena dia juga makan dari negara?

Jadi bukan makan dari Pemerintah.

Tapi kita semua makan dan dilindungi oleh negara."

Lebih lanjut, Refly menyebut sikapnya yang tetap kritis saat menjabat di BUMN bukanlah sesuatu yang keliru.

Ia menjelaskan, kritikan itu boleh disampaikan asalahkan tidak mengandung kepentingan tertentu.

"Jadi negara itu tidak hanya Pemerintah, karena itu saya mengatakan kalau saya kritis dalam posisi Komisaris Utama BUMN saya rasa tidak salah," ujar Refly Harun.

"Yang penting adalah tidak ada confict of interest."

Selama menjabat di BUMN, Refly Harun juga mengaku tak pernah membuka masalah perusahaan ke hadapan publik.

Karena itu, ia menilai sikap kritisnya terhadap Pemerintah merupakan bagian dari profesinya sebagai pakar tata negara.

"Saya kan tidak pernah juga membahas ke ruang publik soal perusahaan, kan yang biasanya saya underline kan Pemerintahan karena saya ahli hukum tata negara," jelas Refly.

Refly Harun: Maju Kena, Mundur Kejedot

Pada kesempatan itu, sebelumnya Refly Harun angkat bicara terkait penghentian dirinya sebagai Komisaris Utama Pelindo I.

Refly Harun mengakui bahwa dirinya mendapat banyak pertanyaan soal penghentiannya.

Ia secara terang-terangan mengaku sebenarnya malas membahas masalah tersebut.

"Banyak pertanyaan diajukan ke saya, termasuk seputar pemberhentian atau penggantian saya sebagai Komisaris Utama di Pelindo I."

"Saya sebenarnya agak malas menjawab ini karena terlalu personal," kata Refly Harun.

Refly Harun mengatakan bahwa pembahasan tersebut membuatnya dalam situasi yang serba salah.

Namun sadar bahwa dirinya seorang tokoh publik sehingga masyarakat perlu tahu.

"Membuat saya pada situasi kalau menjelaskan itu maju kena mundur kejedot seperti yang tema kita bahas di dalam Baperin."

"Hanya memang this is the right to know, tapi ini adalah hak masyarakat untuk tahu tentunya," katanya.

Mantan Ketua Tim Anti Mafia Mahkamah Konstitusi ini mengatakan bahwa sebenarnya penggantian jajaran Komisaris maupun Direksi dalam BUMN itu sebenarnya biasa saja.

Perusahaan BUMN itu milik negara, sehingga Pemerintah bebas memilih dan menghentikan Komisaris maupun Direksi.

Sehingga, ia meminta masyarakat lebih baik bertanya pada Menteri BUMN, Erick Thohir.
"Saya pernah katakan kalau kita jadi public person ya mau tidak mau ternyata banyak pro dan kontra seputar penggantian saya tersebut padahal ini fenomena yang biasa saja."

"Ada yang bertanya 'Kok saya diberhentikan alasannya apa', kalau alasannya tanya saja kepada Menteri BUMN yang memiliki kekuasaan, kewenangan untuk menganti seorang Komisaris atau Komisaris Utama," ungkapnya.

Selain itu, Pelindo bukan perusahaan terbuka sehingga masalah penggantian jajarannya tak seketat perusahaan lain.

"Karena mereka adalah pemegang saham mayoritas, apalagi Pelindo I adalah perusahaan non Tbk, tertutup."

"Jadi at anytime Menteri BUMN bisa mengganti, bisa memecat Komisaris dan Direksi, karena apa?

Ya karena tadi kalau dia non Tbk tidak dibutuhkan waktu yang proper untuk mengadakan rapat umum pemegang saham," kata dia.

Menteri BUMN disebut memiliki kewenangan penuh soal Komisaris dan Direksi.

"Karena Menteri itu rub dia bangun tidurpun, dia bisa menjelma rub karena 100 persen itu dimiliki Pemerintah," lanjutnya.

"Jadi urusan koorporasi itu saya kerjakan dengan sebaik-baiknya insyaAllah, tetapi tanggung jawab sebagai akademisi hukum tata negara saya lakukan juga," tukasnya.

Sumber: tribunnews

Name

Berita,5864,Berits,1,Entertainment,18,Health,2,Internasional,193,Kisah,4,Kriminal,8,Nasional,5668,News,19,Opini,30,Pilihan Editor,118,Pilkada Jabar,2,Politik,2,Tekno,3,Turn Back Hoax,1,
ltr
item
Martir News: Akhirnya Refly Harun Bongkar Kenapa Dirinya Dicopot Erick Thohir dari Pelindo I, Sindir Makan APBN
Akhirnya Refly Harun Bongkar Kenapa Dirinya Dicopot Erick Thohir dari Pelindo I, Sindir Makan APBN
https://1.bp.blogspot.com/-qCTlpI5ec7g/XqgSv-GAboI/AAAAAAAAGOA/q1NAMWoPKzU1jiFt-Sz6964Fm168XalkwCLcBGAsYHQ/s640/images.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-qCTlpI5ec7g/XqgSv-GAboI/AAAAAAAAGOA/q1NAMWoPKzU1jiFt-Sz6964Fm168XalkwCLcBGAsYHQ/s72-c/images.jpeg
Martir News
https://www.martirnews.com/2020/04/akhirnya-refly-harun-bongkar-kenapa.html
https://www.martirnews.com/
https://www.martirnews.com/
https://www.martirnews.com/2020/04/akhirnya-refly-harun-bongkar-kenapa.html
true
218100392648765368
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content