Banyak yang Minta Terawan Dicopot sebagai Menkes, Jokowi : yang Ditangani Bukan Hanya Urusan Covid



MARTIRNEWS.COM - Presiden Jokowi menanggapi soal kritik tajam yang diarahkan pada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam menangani pandemi Covid-19.

Ada sejumlah kritik yang diarahkan pada Menkes Terawan.

Terlebih saat awal pandemi Covid-19, Terawan sempat melontarkan statment yang menimbulkan kesan meremehkan virus corona.

Najwa Shihab mendapat kesempatan untuk melakukan wawancara eksklusif dengan Jokowi.

Wawancara tersebut dilakukan beberapa jam sebelum Jokowi memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020.

Najwa Shihab mengkonfirmasi soal kritik yang diarahkan pada pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

Kritik tersebut di antaranya datang dari Ketua PMI Jusuf Kalla.

"Jusuf Kalla menilai langkah pemerintah dalam mitigasi kurang cepat dan kurang tegas,

Januari sudah muncul virus, tapi maret pemerintah baru secara serius mengambil langkah,

bahkan ada anggapan di awal pandemi ini pejabat publik justru mengentengkan masalah, " kata Najwa Shihab ke Jokowi.

Najwa mengambil contoh statment Menkes Terawan yang menyebut virus corona sama seperti flu biasa.

"Menteri Kesehatan Terawan misalnya yang bilang ini flu biasa, akan semebuh sendiri,

jadi ada kesan menganggap ini bukan masalah serius, apakah betul kesan itu ?" tanya Najwa Shihab ke Presiden Joko Widodo.

Jokowi mengatakan Corona merupakan virus yang berbahaya.

Meski demikian, lanjut Jokowi, masyarakat bisa menghindari dan mencegah terpapar virus corona.

"tadi di awal sudah saya sampaikan, bahwa ini virus berbahaya, sangat berbahaya, tetapi bisa dicegah dan dihindari,

tapi kita tidak ingin membuat kebijakan grusak grusuk,

yang ini dinilai oleh publik mungkin lamban disitu," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan dalam membuat masyarakat tidak panik juga merupakan keputusan yang diambil pemerintah.

" membuat publik tenang tidak dilihat sebagai sebuah keputusan, itu sudah keputusan, membaut publik tidak panik itu keputusan, agak berbeda disitu," kata Jokowi.

Jokowi menceritakan awal-awal pandemi Covid-19 ini pemerintah juga diremehkan.

Ia mengatakan ada sejumlah ahli yang menilai laboratorium Kementerian Kesehatan tidak bisa dipakai untuk tes PCR.

Padahal, menurut Jokowi, pemerintah sudah berulang kali mengujinya di lab tersebut.

" kemudian awal-awal lab yang di Kemenkes diragukan, gak bisa itu tes PCR, padahal kita coba bolak-balik,

banyak yang menyampaikan ahli-ahli tidak tidak layak untuk uji PCR, ya jangan seperti itulah, sampai sekarang pun gak ada masalah," kata Jokowi.

Jokowi menekankan bahwa PCR, APD hingga masker menjadi rebutan ratusan negara yang terpapar Covid-19.

"perlu saya sampaikan PCR ini ini rebutan, yang namanya APD, PCR, rapid test, masker semuanya menjadi rebutan 213 negara yang terpapar," kata Jokowi.

Najwa Shihab kemudian menanyakan penilaian Presiden Jokowi atas kinerja Menkes Terawan dalam menangani pandemi Covid-19.

"to the point pak Jokowi, bagaimana penilaian bapak atas kinerja Menteri Kesehatan pak Terawan ? tanya Najwa Shihab ke Jokowi.

Jokowi menilai wajar apabila ada masyarakat yang kecewa terhadap kinerja Menkes Terawan.

"tidak ada yang sempurna di dunia ini, jadi kalau ada yang mengatakan masyarakat ada yang kecewa, ya wajar,

setiap pekerjaan ada yang menilai, setiap keputusan ada resikonya," kata Jokowi.

Najwa Shihab mengatakan bahkan ada sejumlah pihak yang meminta Menkes Terawan untuk mundur dari jabatannya.

"masyarakat bahkan sampai sejauh, walaupun ini hak prerogatif pak presiden memilih pembantunya, tapi sejuah ini ada yang menilai harus mundur karena kinerjanya jauh dari memuaskan, penilain berbeda-beda, yang saya tanya penilaian pak preside atas kinerja anak buahnya," kata Najwa Shihab.

Jokowi menekankan, masalah yang ditangani Menteri Kesehatan Agus Putranto bukan hanya Covid-19.

Adapula demam berdarah yang juga mewabah di sejumlah daerah.

"yang ditangani Menteri Kesehatan bukan hanya urusan Covid-19,

ada juga yang lain misalnya DBD yang baru ramai di beberapa provinsi,

tetapi untuk urusan Covid kan sudah dihandle oleh Gugus Tugas dan saya melihat dokter Terawan sudah bekerja sangat keras," kata Jokowi.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel