Dirut Pertamina Alami Tekanan Berat Akibat Pandemi COVID-19

foto: economiczone

MARTIRNEWS.COM - Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, menceritakan tekanan yang sangat berat di tengah wabah COVID-19 ini.

Sebab, dampak tersebut mengganggu keberlangsungan bisnis usaha Pertamina.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan BUMN Energi.

Rapat tersebut pun berlangsung melalui telekonferensi, mengingat virus Korona masih menjadi momok dan juga berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Nicke mengatakan, Pertamina mendapatkan triple shock terhadap keberlangsungan bisnis. Pertama, adalah adanya oversupply minyak mentah dunia.

"Ini yang men-drive penurunan harga minyak yang sangat luar biasa, hanya setengahnya dari yang ditargetkan dari RKAP 2020," ujar Nicke di Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Kedua, berkaitan akan permintaan baik di dunia maupun di Indonesia. Hal ini berpengaruh ke pendapatan PT Pertamina.

Selain itu, dirinya mengatakan, depresiasi Rupiah mempengaruhi belanja dan penjualan Pertamina.

"Karena apa, karena kita melakukan perbelanjaan dalam bentuk dolar tapi harga jual dipatok dalam rupiah," tukasnya.

Sumber: pantau.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel