Edy Rahmayadi : Saya Hampir Dua Tahun Jadi Gubernur, Baru Terasa Sekarang Punya Kapolda

foto: kaldera


MARTIRNEWS.COM - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi mengapresiasi terselenggaranya Simulasi Tactical Floor Game (TFG) Operasi (Ops) Aman Nusa II Toba 2020 Penanganan Covid-19 yang dilakukan Polda Sumut di Mini GOR Futsal Disporasu, Rabu (22/4/2020).

“Terima kasih Bapak Kapolda. Ini yang saya harapkan. Saya hampir dua tahun ini menjadi gubernur, baru terasa sekarang punya Kapolda. Selama ini kok kayaknya saya enggak punya Kapolda. Karena seperti ini yang harus dilakukan. Your Job. Kemampuan intelektual yang harus dilakukan,” ujarnya saat menghadiri TFG tersebut.

Edy menyebut apresiasinya ini karena salah satu kelola pemerintah yang diwujudkan pimpinan, profesi keamanan.

“Kerja sama yang paling kita butuhkan saat ini. Kita masing-masing bertugas sesuai peran, termasuk masyarakat untuk disiplin dengan aturan dan protokol penanganan Covid-19. Jika tidak, wabah ini bisa lebih lama dan dampak ekonomi, sosial, keamanan dan lainnya juga mengikut,” ungkapnya.

Edy mengatakan Covid-19 ini sesuatu yang baru untuk kita semua. Bukan hanya harus menghadapi virus itu sendiri, namun dampak-dampak turunan yang dihasilkan juga harus diwaspadai.

“Untuk itu, simulasi seperti ini sangat penting, sebagai bentuk kesiapsiagaan pengamanan,” ujarnya.

Mantan Ketua Umum PSSI itu menekankan soal ruang lingkup kerjanya selaku Gubernur Sumut. “Saat ini yang dibicarakan adalah tentang darurat kesehatan.

Yang mana bersangkutan dengan hidup orang sipil di dalam kelola pemerintahan. Tolong dibuka Perppu 59.

Sampai saat ini digunakan landasan Republik Indonesia, semua harus taat sama ini,” tegasnya.

Gubernur, lanjutnya selaku pemimpin tertib sipil di daerah. “Ini yang mengatur. Di dalamnya ada TNI, Polri dan semua komponen bangsa yang ada di sini. Ini apabila tertib sipil. Beberapa hari yang lalu, meningkat menjadi rawan. Gubernur selaku penguasa darurat sipil daerah. Saat ini posisi sudah gawat. Presiden sudah memberlakukan dengan peraturan presidennya. Ini dia posisinya. Tapi tetap Gubernur selaku penguasa (daerah),” bebernya.

“Kalau ini tidak bisa dibendung, dan negara-negara lain pun sudah memberlakukan yaitu darurat militer. Kalau ini terjadi dan tidak bisa dibendung, penguasa daerah di Kodam nanti adalah Pangdam. Selaku penguasa militer daerah. Ini Pangdam senyum-senyum dia. Pengin juga menguasai. Kalau itu Pangdam semoat dia senang dengan meningkatnya ini, dia bukan Pangdam berarti. Berarti penghianat. Untuk itulah beliau memberikan masukan kepada saya untuk agar tak boleh lewat dari sini,” jelasnya.

Kapolda Sumut Martuani Sormin menjelaskan bahwa TFG merupakan salah satu standar sebuah operasi yang berperan penting untuk menentukan keberhasilan sistem pengamanan.

“Saya harap seluruh komandan satuan yang bertugas memperhatikan beberapa hal yang sebutkan ini yaitu, penugasan dimana, bekerja sama dengan siapa, satuan yang dilibatkan, rangka komunikasi dan tanggung jawab,” pesan Sormin.

Ops Aman Nusa Toba II 2020 Penanganan Covid-19 ini melibatkan 7.250 personil kepolisian, TNI dan Pemerintah Daerah. Dijelaskan, Kota Medan (Polrestabes Medan) memiliki 6 daerah penyangga.

Sebelah utara yakni Polres Pelabuhan Belawan, selatan yakni Polres Karo, timur yakni Polres Deliserdang dan Serdang Bedagai dan di barat yakni Polres Langkat dan Binjai.

Wilayah pengamanan Medan dibagi menjadi tiga rayon. Rayon satu termasuk Medan Kota, Medan Patumbak, Medan Baru.

Rayon dua termasuk Medan Barat, Medan Timur, Medan Area, Medan Helvetia. Kemudian Rayon tiga yakni Medan Sunggal, Pancur Batu dan Delitua.

Turut hadir dalam simulasi tersebut Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Pangdam I/BB Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah, Panglima Kosekhanudnas III Marsekal Pertama TNI Djohn Amarul, Kabinda Sumut Ruruh A Setyawibawa, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, mewakili Danlantamal I Belawan dan mewakili Lanud Soewondo.

Sumber: pojoksatu

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel