Hati-hati Pakai Zoom! Jika Tidak Ingin Dapat Tamu Tak Diundang, 500 Ribu Akun Dijual di Pasar Gelap

foto: ayobandung

MARTIRNEWS.COM - Hati-hati! Aplikasi Zoom yang kini sedang ramai digunakan saat wabah virus corona atau Covid-19, terdapat fakta yang mengejutkan.

Jika tidak waspada, siap-siap tamu tak diundang datang menghampiri.

Aplikasi Zoom menjadi pilihan masyarakat di tengan wabah virus Corona atau Covid-19.

Aplikasi ini menawarkan banyak kemudahan untuk tetap terhubung dengan rekan kantor, mahasiswa dan dosen dan teman komunitas tanpa harus bertemu secara langsung.

Namun di samping kemudahan yang ditawarkan, terungkap fakta yang mengejutkan.

Situs web BleepingComputer menyampaikan laporan terbaru yang mengejutkan.

Mereka menyatakan, sebuah perusahaan cybersecurity mengklaim telah membeli sekitar 530.000 akun Zoom dari peretas di situs gelap.

Perusahaan cybersecurity yang bernama Cyble itu, mengatakan bahwa mereka membeli akun kredensial Zoom masing-masing hanya seharga 0,20 sen.

Cyble mengklaim, mereka akan menggunakan info tersebut untuk memperingatkan pelanggannya tentang kemungkinan pelanggaran akibat peretasan ini.

Cyble mengatakan dapat memverifikasi bahwa beberapa akun valid berdasarkan info pelanggannya.

Akun yang dibeli mencakup detail seperti alamat email, kata sandi, alamat web rapat, dan kunci host, yang merupakan pin enam digit yang ditetapkan untuk pengguna yang menjadi tuan rumah rapat Zoom.

Kunci host memungkinkan seseorang untuk mengontrol rapat zoom, termasuk memulai streaming langsung dan mengakhirinya untuk semua peserta.

Cyble pertama kali menemukan bahwa akun itu dijual untuk dibeli orang lain karena aktivitas jahat seperti "pemboman Zoom", yang memungkinkan tamu tak diundang untuk meretas ke rapat Zoom, pada 1 April.

Beberapa akun bahkan ditawarkan secara gratis.

Perusahaan menjelaskan bahwa akun Zoom kemungkinan diperoleh dengan menggunakan detail pengguna yang bocor dari pelanggaran data lainnya, juga dikenal sebagai "serangan isian kredensial".

Login berhasil kemudian dikompilasi ke dalam daftar dan ditawarkan kepada peretas lain di situs gelap.

Hal ini menggarisbawahi pentingnya menggunakan kata sandi unik untuk setiap situs online. Kalau tidak, peretas dapat menggunakan detail yang diperoleh dari satu situs yang dilanggar untuk membobol akun lain.

Anda dapat memeriksa apakah data pribadi Anda telah bocor secara online karena pelanggaran data di Have I Been Pwned atau Cyble's AmIBreached.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel