Jerat Hukum Bagi Tersangka Pelempar Bambu ke Ambulans Pembawa Jenazah Corona di Banyumas

foto: inews


MARTIRNEWS.COM - Polisi telah menetapkan seorang tersangka baru di kasus penolakan jenazah pasien Corona (COVID-19) di Banyumas.

Tersangka berinisial AEP (26) ini terciduk melempari bambu ke arah mobil ambulans pembawa jenazah di TKP Desa Glempang, Pekuncen, Banyumas.

"Ada penambahan satu tersangka lagi. TKP Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen," kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry dalam pesan singkatnya, Jumat (17/4/2020).

Berry menyebut AEP mulanya merupakan saksi yang kemudian ditingkatkan statusnya menjadi tersangka.

Sebelum penetapan tersangka ini, pihaknya sudah memeriksa 16 saksi.

"Satu tersangka untuk kasus penolakan (pemakaman jenazah) berinisial AEP swasta, 26 tahun, Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Dia saksi yang (statusnya) ditingkatkan menjadi tersangka," jelasnya.

Tersangka AEP itu diketahui melempari bambu ke arah mobil ambulans pembawa jenazah pasien Corona.

Pegawai swasta ini dijerat dengan pasal 214 KUHP dan UU No 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman 7 tahun bui.

"(Tersangka) Berperan melempar bambu ke arah mobil ambulans," tutur Berry.

Dengan penetapan A ini, maka total tersangka kasus penolakan jenazah positif COVID-19 di Banyumas berjumlah empat tersangka.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus penolakan jenazah pasien Corona di dua lokasi penolakan yang berbeda di Kabupaten Banyumas.

Dua tersangka dalam kasus penolakan yang terjadi di Desa Tumiyang adalah K (46) dan S (45).

Keduanya warga Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen yang merupakan perangkat desa dan buruh.

Kemudian seorang lainnya adalah K (57), warga Desa Kedungwaringin, Kecamatan Patikraja.

K dijerat dengan kasus serupa dengan TKP di Desa Kedungwaringin. K diketahui merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tengah memasuki masa pensiun.


Tersangka K dijerat pelanggaran Pasal 212 KUHP dan UU No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara.

Sedangkan tersangka K dan S dikenai pelanggaran Pasal 214 KUHP dan UU No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sumber: detik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel