Kecewa Ditolak Keluarga Saat Mudik ke Kampung Halaman, Seorang Pria Nekat Coba Bunuh Diri

Ditolak Keluarga Saat Mudik, Pria Di Blora Coba Bunuh Diri

MARTIRNEWS.COM - Kecewa lantaran ditolak keluarganya mudik, seorang pria di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencoba melakukan upaya bunuh diri.

Peristiwa bermula saat pria berusia 38 tersebut pulang ke kampung halamannya di Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (21/4/2020).

Namun, kedatangan dari Surabaya, Jawa Timur, justru menuai penolakan karena keluarganya takut tertular virus corona menyusul pria tersebut datang dari wilayah zona merah Covid-19.

Baca: Tangani 96 Kasus Hoax Pandemi Corona, Polri : Motif Pelaku Iseng hingga Tidak Puas pada Pemerintah

Kecewa dengan penolakan tersebut, pria tersebut lantas menenggak cairan deterjen serta menyayat nadi tangannya menggunakan benda tajam.

Kapolsek Cepu, AKP Agus Budiyana, mengatakan korban yang mengenakan jaket hoodie hitam dan celana jeans tersebut ditemukan terkapar bersimbah darah di pinggir trotoar Jembatan Bengawan Solo wilayah Cepu.

Aksi percobaan bunuh diri pria ber-KTP Surabaya di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut sontak menghebohkan warga setempat.

"Dari keterangan saksi mata, korban berupaya mengakhiri hidup dengan meminum cairan rinso dan menyayat tangannya," kata Agus saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Selasa.

Menurut Agus, sejumlah saksi mata yang mengetahui insiden naas tersebut langsung berupaya melaporkan ke pihak kepolisian.

Anggota Polsek Cepu pun langsung bergegas ke lokasi kejadian untuk melarikan korban ke RSUD dr R Soeprapto Cepu pada sore pukul 15.00 WIB.

"Karena masih hidup korban langsung dibawa ke RSUD Cepu menggunakan ambulans, " kata Agus.

Dijelaskan Agus, dari hasil pemeriksaan sementara, korban nekat mencoba bunuh diri lantaran ditolak keluarganya saat hendak pulang ke rumah.
Kepulangan korban tak dikehendaki lantaran korban datang dari wilayah zona merah Covid-19.

"Pria ber KTP Surabaya itu ditolak keluarganya karena datang dari Surabaya yang merupakan wilayah pandemik virus Corona," kata Agus.

S.Tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel