Masih Jalani Karantina, WNI Jamaah Tabligh di India Belum Bisa Pulang

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi di Jakarta, 10 Januari 2020.

MARTIRNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Pemerintah Indonesia sempat ingin mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) jemaah tablig di India yang terkena kasus virus Corona (COVID-19).

Namun hal itu tertunda karena para jemaah sedang melakukan karantina dan proses hukum di sana.

"Hal yang penting untuk saya sampaikan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia terus menerus berusaha untuk memberikan perlindungan semaksimal mungkin termasuk dalam hal ini adalah jemaah tablig Indonesia.

Sebenarnya kalau kita bicara mengenai kemungkinan evakuasi maka rencana evakuasi ini sudah kita buat dan pada saat itu sudah kita perkirakan kapan kita akan melakukan evakuasi," kara Retno melalui siaran langsung kepada wartawan, Jumat (17/4/2020).

"Namun demikian rencana ini harus kita tunda karena semua jamaah tablig yang berada di India saat ini sedang menjalani karantina. Selain itu sebagian lain sedang dalam proses hukum," lanjutnya.

Retno menuturkan, karantina dan proses hukum tidak hanya dijalani oleh para jemaah tablig asal Indonesia saja. Semua jemaah tablig dari negara lain yang berada di sana juga mengikuti hal tersebut.

"Proses karantina dan proses hukum ini sekali lagi teman-teman tidak hanya berlaku bagi jamaah tablig Indonesia tetapi juga jamaah tablig dari berbagai negara yang saat ini ada di India," tuturnya.

Retno mengungkapkan tuduhan-tuduhan adanya pelanggaran yang dilakukan para jemaah membuat situasi semakin kompleks. Tuduhan itu terkait dengan aturan visa hingga penangan bencana di India.

"Situasi menjadi lebih kompleks karena adanya tuduhan pelanggaran hukum terutama terkait dengan aturan visa, aturan-aturan yang menyangkut epidermic dan juga penanganan bencana," ungkapnya.

Retno mengatakan, komunikasi Duta Besar Republik Indonesia di India kepada perwakilan para jemaah tablig Indonesia di sana masih terus terjalin. Sementara, pendampingan kekonsuleran dan hukum kepada para jemaah Indonesia juga terus diberikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi.

"Tentunya duta besar republik Indonesia di new Delhi terus menjalin komunikasi dengan wakil-wakil dari jamaah tablig tersebut dan KBRI new Delhi terus memberikan pendampingan kekonsuleran dan pendampingan hukum kepada jamaah tablig Indonesia," pungkasnya.

Diketahui, ada sebanyak 717 warga negara Indonesia (WNI) jemaah tablig akbar di India. Sebanyak 75 orang diantaranya positif terinfeksi Corona dan 13 orang sembuh.

"Kalau kita lihat dari data yang terverifikasi sampai saat ini karena angka ini dapat terus berubah sesuai dengan perkembangan di lapangan, maka terdapat 717 jamaah tablig WNI di India dan yang positif terpapar COVID-19 jumlah totalnya adalah 75 orang. Bahwa 75 yang dinyatakan positif yang sembuh adalah 13," kata Retno.

S.Detik

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel