Pertama Lockdown di Eropa, Italia Kini Nyatakan 'Kemenangan' Setelah Wilayah Miskin Bebas Covid-19



MARTIRNEWS.COM - Menghindari gelombang kedua wabah virus corona, pemerintah Italia pekan lalu memperpanjang masa lockdown hingga 3 Mei 2020.

Keputusan ini ditetapkan menyusul konsultasi dengan ilmuwan pemerintah dan para pemimpin daerah selama berhari-hari.

Upaya yang dilakukan Perdana Menteri Giuseppe Conte membuahkan hasil.

Pejabat kesehatan Italia menyatakan kemenangan yang telah lama dicari, usai tidak adanya kasus Covid-19 di wilayah selatan yang merupakan area miskin.

Pernyataan itu diumumkan pada Jumat (17/4/2020).

Wilayah selatan Italia tidak memiliki fasilitas medis sebaik wilayah utara yang lebih kaya.

Perdana Menteri Giuseppe Conte telah memperingatkan 6 minggu lalu, bahwa kemampuan Italia untuk menaklukkan virus corona tergantung pada apakah kasus-kasus dapat tetap ditahan di utara, sekitar Milan.

Penyakit ini sekarang secara resmi telah merenggut 22.745 nyawa di negara berpopulasi 60 juta orang tersebut.

Namun Italia terhitung beruntung, karena wabah itu menyebar di provinsi-provinsi dengan fasilitas medis terbaik.

Conte memutuskan bertaruh lebih awal dengan memberlakukan lockdown pertama di Eropa, ketika virus corona masih di tahap awal penyebaran.

Timnya berpendapat, dampak ekonomi jangka pendek akan terbayar dengan menyelamatkan sistem perawatan kesehatan, sehingga memungkinkan negara untuk dibuka kembali secara bertahap dalam beberapa minggu mendatang.

Pada Jumat pejabat kesehatan top italia mengatakan, bahwa taruhan besar Conte telah membuahkan hasil.

"Kami telah mencegah penyebaran penyakit menular di wilayah selatan," kata ketua dewan kesehatan masyarakat Franco Locatelli kepada wartawan.

"Fakta ini sekarang didukung oleh angka-angka," tegasnya dikutip dari AFP.

Meski begitu, para pemimpin bisnis menuding Conte telah mengakibatkan kerusakan yang tidak perlu terhadap perekonomian, dengan memperpanjang penutupan terlalu lama.

Kasus harian menurun

Data terbaru dari layanan perlindungan sipil Italia menawarkan alasan-alasan baru bagi Conte, untuk tidak memperpanjang beberapa aturan ketat ketika berakhir pada 3 Mei.

Mereka menunjukkan jumlah orang yang saat ini dirawat karena Covid-19 meningkat hanya beberapa ratus, untuk pertama kalinya sejak wabah dimulai.

"Secara pasti kami memiliki jumlah pemulihan tertinggi sejak awal krisis," kata kepala dinas perlindungan sipil Angelo Berrelli kepada wartawan.

Conte juga mengungkapkan rencana untuk meluncurkan aplikasi ponsel guna melacak infeksi virus corona, dan menghentikan penyebarannya lebih lanjut.

Menurunnya jumlah kasus harian ini juga membuat dinas perlindungan sipil mengubah briefing harian menjadi dua kali seminggu.

Namun jumlah kasus dan korban meninggal tetap diperbarui setiap hari.

Negeri "Pizza" masih menggali data dari masing-masing daerah untuk menentukan dampak sebenarnya dari bencana terburuk sejak Perang Dunia II ini.

Angka-angka yang sebelumnya tidak diungkapkan dari lembaga kesehatan publik mengungkapkan, hampir 17.000 petugas medis telah terinfeksi virus corona.

Beberapa dokter Italia khawatir, petugas layanan kesehatan yang terinfeksi mungkin tanpa disadari menyebarkan penyakit ini kepada pasien mereka pada minggu-minggu awal wabah.

Sebuah studi yang dirilis asosiasi medis FNOMCeO pada Kamis (16/4/2020) mengatakan, Covid-19 telah menewaskan 125 dokter di Italia.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel