Ulama Meninggal, Ratusan Ribu Orang Hadiri Pemakamannya, Polisi Kewalahan Tegakkan Aturan Lockdwon



MARTIRNEWS.COM - Kebijakan penguncian wilayah untuk mencegah penyebaran covid-19 di Bangladesh dilanggar ribuan orang.

Seorang ulama terkemuka di Bangladesh, Jubayer Ahmad Ansari meninggal dunia dan dimakankan Sabtu (18/4/2020).

Pesta keluarga ulama sebenarnya sudah mengimbau agar proses pemakaman sang ulang cukup dihadiri maksimal 50 orang.

Pemerintah bangladesh pada saat yang bersamaan tengah berusaha mengtasi jumlah orang yang membutuhkan virus corona.

Namun, imbauan dan larangan yang diberlakukan pemerintah tak dipatuhi.

Saaty pemakaman sang ulama, tersebar ribu orang datang.

Orang yang mempertimbangkan jumlah orang yang datang pada pemakaman ulama tersebut mencapai angka seribu orang.

Ahmad Ansari, yang hanya 50 orang yang bisa memulai pemakaman di kota Sarail di timur, karena pengeluaran penyebaran virus corona.

Namun kepala polisi lokal Shahadat Hossain mengatakan para petugas tidak berdaya saat acara pemakaman orang yang datang di luar negeri mereka.

Polisi tidak bisa menyetujui ribuan orang yang datang untuk menghormati ulama yang merupakan pengkhotbah yang cukup populer di Bangladesh.

"Orang-orang datang dalam gelombang (yang sangat besar)," katanya kepada AFP, yang dikutip channelnewsasia.com.

Penyelenggara mengatakan sekitar 100.000 pertemuan pemakaman.

Seorang pembantu Perdana Menteri Sheikh Hasina, Shah Ali Farhad, juga mengatakan lebih dari 100.000 orang yang hadir.

Bangladesh memberlakukan penguncian nasional sejak 26 Maret lalu karena coronavirus menyebar di seluruh negeri yang berpenduduk 168 juta orang.

Departemen kesehatan mengatakan jumlah kasus meningkat lebih dari 300 pada hari Sabtu (18/4/2020) menjadi sekitar 2.200.

Hingga akhir pekan kemarin, diambil 9 kematian dalam satu hari menjadikan 84 kasus kematian.

Pihak atas telah melakukan beberapa tes dan para ahli mengatakan jumlah yang lebih besar dari yang seharusnya.

Peraturan baru juga sudah dikeluarkan dengan memuat lebih dari lima orang untuk sholat di masjid yang disetujui mencapai 300.000 masjid di negara itu.

Perdana Menteri telah meminta warga Bangladesh untuk berdoa di rumah saat Ramadhan memulai bulan ini.

Tapi sebagian besar dari umat telah meminta umat Islam untuk datang ke masjid setiap hari untuk shalat.

Bulan lalu sebanyak 25.000 orang menghadiri pertemuan Muslim di sebuah lapangan di kota selatan Raipur untuk melantunkan "ayat-ayat perbaikan" untuk menyelamatkan negara dari virus.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel