Di Arab Saudi 'Kadal Gurun' Ini Laris Manis Jadi Makanan Enak



MARTIRNEWS.COM - Berbagai jenis reptil termasuk dalam golongan hewan haram, kecuali dhab. Kadal gurun ini justru diburu untuk dijadikan makanan karena halal dan rasanya enak.

Ketika musim berburu dhab, para pemuda di Arab Saudi akan berbondong-bondong mencari reptil ke padang pasir. Dhab adalah kadal gurun yang juga dikenal dengan sebutan kadal berduri.

Karena bersifat halal, orang banyak mengolah kadal gurun ini menjadi makanan enak. Di Arab Saudi, saat musimnya tiba kadal gurun ini akan laris manis diburu warga.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut fakta unik seputar dhab, kadal gurun yang halal dan aman dimakan.

1. Habitat dan tempat tinggal

Dhab banyak tinggal di kawasan gurun dengan tanah kering dan gersang. Hewan jenis reptil ini hidup dalam lubang dan celah kecil. Tempat tinggalnya ini sekaligus untuk menghindari panas terik.

Hewan dengan nama latin Uromastyx aegyptia ini banyak hidup di daerah gurun seperti di Mesir, Libya dan seluruh kawasan gurun Timur Tengah.

Dhab termasuk hewan pemalu dan lebih sering berdiam diri di sangkarnya. Mereka akan keluar saat mencari makanan.

Dhab memiliki bentuk tubuh mirip hewan reptil lain, berkaki empat serta memiliki ekor panjang.

Banyak orang menyangka dbah sama dengan biawak padahal dua reptil ini berbeda.

2. Ciri dan bentuk fisik dhab

Kadal gurun ini memiliki bentuk tubuh seperti biawak air. Memiliki panjang tubuh antara 38 cm sampai 99 cm. Kulitnya tebal dan berwarna cokelat pasir.

Dhab diketahui memiliki umur panjang dan bisa mencapai 700 tahun.

Bagian tubuh dan ekornya dilapisi kulit tebal dan kasar dengan benjolan keras mirip permukaan kulit tokek.

Bagi beberapa orang di Arab, kulit dhab diambil untuk dijadikan kerajinan sementara dagingnya diolah jadi makanan.

Ekor dhab memiliki kulit berduri tajam seperti kulit durian. Ekornya juga tidak terlalu panjang.

Dhab jantan memiliki dua dzakar, sementara dhab betina memiliki dua vagina. Dhab yang berbadan gemuk akan memiliki dada yang berwarna kuning.

3. Makanan dhab

Dhab termasuk herbifora yang mengonsumsi rumput-rumputan dan tumbuhan hijau lainnya. Sesekali dhab juga makan serangga seperti belalang.

Pola makan inilah yang membedakan dhab dengan biawak. Biawak cenderung memakan daging seperti tikus, burung dan hewan lain yang ukuran tubuhnya lebih kecil. Uniknya, dhab jarang menyentuh air karena hewan ini memang tidak suka air.

Bahkan dhab diketahui tidak minum air langsung, karena hewan ini hanya minum air embun. Hal inilah yang dimanfaatkan para pemburu dhab. Mereka akan menuangkan air ke dalam lubang tempat tinggal dhab lalu kadal gurun ini akan langsung keluar karena rasa takutnya pada air.

4. Dhab halal dimakan

Abdullah Bin Umar Radhiyallahu 'anhuma berkata: "Orang-orang dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu'alaihi wasallam yang di antara mereka terdapat Sa'ad makan daging. Kemudian salah seorang isteri Nabi Shallallahu'alaihi wasallam memanggil mereka seraya berkata, 'Itu daging dhab'. Mereka pun berhenti makan. Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Makanlah, karena daging itu halal atau beliau bersabda: "tidak mengapa dimakan, akan tetapi daging hewan itu bukanlah makananku".

Hadits diatas merupakan salah satu hadits yang menerangkan tentang kehalalan hewan dhab sehingga tidak ada keraguan lagi pada akan status kehalalannya.

Namun, masih mengira dhab sama dengan biawak. Alhasil banyak juga yang akhirnya makan biawak padahal dua reptil ini saling berbeda.

5. Diolah jadi makanan enak

Jika melihat tampilannya saat masih hidup, pastilah tidak menggugah selera. Tapi saat sudah menjadi makanan dan mencicip rasanya, dhab terbukti selalu bikin ketagihan.

Rasa daging dhab paling enak saat diburu ketika musim semi. Dhab menyantap tanaman segar yang kemudian mempengaruhi rasa dagingnya menjadi sangat lezat.

Daging dhab biasa dijadikan campuran pada nasi atau dimakan bersama roti.

Di gurun, para pemuda kerap mengolah dhab dengan cara dibakar kemudian langsung dimakan.

Dagingnya empuk dan banyak yang mengatakan rasanya mirip daging ayam yang empuk dan gurih.

Terlepas dari daya tarik daging kadal gurun ini, para dokter memperingatkan agar jangan terlalu banyak mengonsumsi daging kadal.

Kandungan protein pada dagingnya memang tinggi namun kadal gurun ini juga mengandung kolesterol yang tinggi.

Sumber: detik

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel