Hoaks Gereja Christ Cathedral Serpong jadi Dapur Nasi Anjing



MARTIRNEWS.COM - FOTO Gereja Christ Cathedral di Serpong, Tangerang, yang terbakar pada Senin (27/4) viral di media sosial. Namun, pembuat hoax memanfaatkan foto tersebut untuk memicu perpecahan.

Mereka membubuhkan keterangan bahwa gereja itu adalah dapur pembuatan nasi anjing yang sempat membuat geger warga Tanjung Priok, Jakarta Utara.

”Langsung di bayar tunai oleh Allah..DAPUR TEMPAT MASAK NASI ANJING TERBAKAR.” Begitu yang diunggah akun Facebook M. Mukidi bersama foto gereja terbakar pada 27 April 2020.

Informasi yang disebar akun tersebut jelas berlawanan dengan pemberitaan di media-media mainstream tentang kasus ”nasi anjing”. Misalnya Jawapos.com yang memberitakan pengusutan nasi bantuan itu pada 27 April 2020.

Disebutkan, Polres Metro Jakarta Utara telah selesai memeriksa pemilik Yayasan Qahal Family selaku pihak yang mengirim bantuan bertulisan nasi anjing ke warga di sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Kecamatan Tanjung Priok. Hasil pemeriksaannya, tidak ditemukan unsur kesengajaan untuk melakukan penghinaan.

”Terjadinya kekurangsensitifan dalam penggunaan kata atau diksi. Karena selama ini ada nasi kucing sehingga porsi yang lebih besar sedikit disebut nasi anjing,” beber Kapolres Metro Jakarta Utara Kombespol Budhi Herdi Susianto.

Lantas, apakah Yayasan Qahal Family terkait dengan Gereja Christ Cathedral yang terbakar? Mengutip situs onlinekristen.com, yayasan tersebut bersifat independen dan tidak bernaung di bawah gereja. Hal itu diungkapkan Koordinator Lapangan Yayasan Qahal Family Nita pada 27 April lalu.

”Kami yayasan. Kami enggak bergerak di bawah gereja mana pun. Kami komunitas yang bergerak sendiri. Seperti itu tadi, bergerak membantu,” ujarnya.

Menurut Nita, Yayasan Qahal beranggota orang dari berbagai latar belakang agama. Ada yang beragama Kristen, Islam, dan Buddha. Setiap ada hal yang harus dibantu, semua akan turun tangan untuk membantu. Anda bisa membacanya di bit.ly/TidakDibawahGereja.

Terkait kebakaran gereja, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa saksi dan CCTV di lokasi kejadian. Menurut dia, dugaan kuat penyebab kebakaran adalah faktor teknis.

”Penyebab kebakaran belum bisa kami simpulkan. Namun, berdasar keterangan saksi dan hasil monitoring di CCTV, diduga kuat penyebab kebakaran itu karena faktor teknis ya,” jelasnya seperti dikutip berbagai media mainstream. Tidak ada satu pun dari media-media itu yang menyebut Christ Cathedral di Serpong sebagai dapur tempat pembuatan nasi anjing.

FAKTA

Nasi anjing yang memicu kesalahpahaman warga Tanjung Priok dibagikan Yayasan Qahal Family. Yayasan itu mengaku independen, tidak bernaung di bawah gereja.

Sumber: fajar.co.id

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel