ILC TV One Tadi Malam Warga Anies Baswedan Menangis di Depan Menteri Jokowi dan Karni Ilyas



MARTIRNEWS.COM - Tayangan Indonesia Lawyers Club ( ILC ) TV One, Selasa (12/5/2020) tadi malam yang mengambil tema kisruh bansos : Sengkarut Antara Pusat & Daerah berlangsung seru.

Seorang warga Anies Baswedan yang tinggal di DKI Jakarta menangis di hadapan Karni Ilyas dan Menteri Jokowi.

Dalam program tersebut, bos ILC Karni Ilyas turut mengundang anak buah Presiden Jokowi.

Mereka adalah Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

Selain itu Karni Ilyas juga mengundang warga DKI Jakarta ke ILC TV One, yang kesulitan mendapatkan bansos.

Dalam tayangan ILC TV One tadi malam, Karni Ilyas dan anak buah Jokowi turut mendengarkan curhatan warga di wilayah Anies Baswedan tersebut.

Seorang warga asal DKI Jakarta, Iis menangis di hadapan Karni Ilyas, Ali Mochtar Ngabalin dan Abdul Halim Iskandar pada acara ILC TV One tadi malam.

Dilansir TribunWow.com, Iis mengaku tidak mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah Pusat maupun Pemprov DKI Jakarta.

Iis menceritakan bahwa dirinya sudah tidak mempunyai penghasilan setelah pandemi Virus Corona.

Termasuk sang suami yang biasanya kerja di bangunan ataupun ikut berjualan temannya juga tidak lagi bekerja.

"Semenjak Virus Corona ini jadi bos yang dagangannya langsung pulang ke kampung, jadi enggak bisa dagang," ujar Iis.

"Terus kerja bangunan pun diliburin, enggak bisa kerja juga," sambungnya.

Iis menjelaskan bahwa dirinya mempunyai KTP dengan alamat di Jlambar, Jakarta Barat.

Sedangkan untuk tinggalnya yaitu di Jakarta Pusat.

Ia mengatakan sudah mencoba menanyakan kepada pihal RT di tempat tinggalnya di Jakarta Pusat.

Namun menurutnya tidak membuahkan hasil karena ditolak oleh RT tersebut.

Sementara itu, ia mengaku juga tidak bisa mengurus ke alamat KTP asli yakni Jakarta Barat.

Iis menyebut alasannya karena Jakarta sudah menerapkan pembatasan berskala besar ( PSBB ) yang membatasi aktivitasnya.

Selain itu juga karena memang tidak ada kendaraan yang digunakan untuk menuju Jakarta Barat.

"Saya enggak pernah dapat apa-apa sama sekali, selama saya tinggal di Jakarta Pusat saya enggak pernah dapat apa-apa sama sekali," akunya.

"Kan KTP saya katanya KTP Jlambar jadi enggak bisa kalau diituin di Pusat, terus saya mau ke Jlambar mau ngurusin kan karena udah lockdown kan enggak bisa kemana-kemana, lagian saya juga enggak ada kendaraan juga," jelasnya,

"Terus saya coba usahakan yang di pusat, kata RT saya bilang enggak bisa," terang Iis.

"KTP suami juga sama Jakarta Barat."

Sementara itu, selama tidak ada penghasilan dan juga tidak mendapatkan bantuan, Iis terpaksa harus menunggak uang kontrakan.

Menurutnya hal itu bukan menjadi masalah utama lantaran pemilik kontrakan memberikan kelonggaran.

Namun yang menjadi masalah adalah uang untuk makan sehari-hari.

Kebutuhan makan tentunya tidak bisa lagi ditunda.

Uang sisa simpanan dirasa tidak cukup untuk digunakan beberapa hari atau bahkan beberepa bulan.

Iis mengaku jalan satu-satunya adalah menggadaikan stnk motornya.

"Nunggak kontrakan dulu, kan sebelumnya nyimpen-nyimpen, jadi pakai simpanan yang ada," ungkapnya.

"Terus kan kemarin masih ada motor, gadein BPKB dulu, yang penting kan musti buat makan dulu," sambungnya.

"Jadi daripada kan istilahnya anak enggak makan," kata Iis menutup.


Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel