Mau Kirim Doa, Warganet Bingung Agama Didi Kempot

foto: suara


MARTIRNEWS.COM - Musisi campursari Didi Kempot meninggal dunia di RS Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2020).

Kepergian The Godfather of Broken Heart itu menyisakan duka mendalam bagi para penggemarnya hingga tak sedikit dari mereka yang mengirimkan doa untuk idola mereka.

Meski demikian, tak sedikit pula warganet yang kebingungan saat hendak memanjatkan doa duka, sebab mereka tidak mengetahui agama yang dianut oleh Didi Kempot.

Salah satunya seorang warganet @aa_***u yang mengaku kebingungan dengan agama sang idola.

"Tahun 2001 dapat temen baru dari Bojonegoro, medhok. Nyanyinya selalu campursari. Dulu belum ada YouTube, nggak tahu siapa Didi Kempot. Tahun itu kami taunya SO7, Padi, T.Corrs, POD, atau Nirvana. Saya tidak tahu apa agama mas Didi, jadi #RIP saja," tulisnya seperti dikutip Suara.com, Selasa (5/5/2020).

Berdasarkan penelusuran Suara.com, Didi Kempot dengan nama asli Didi Prasetyo kelahiran Surakarta, 30 Desember 1966 itu beragama Islam. Sebelum meninggal, Didi Kempot memiliki keinginan menjalani ibadah umrah.

"Terakhir beliau juga ingin umrah, kalau Bu Didi kan sering umrah, kalau beliau belum," ujar pengasuh Pondok Pesantren Az Zayadiy, Gus Karim dikutip dari Solopos -- jaringan Suara.com.

Bahkan, Didi Kempot juga sempat mengutarakan keinginannya untuk berduet dengan tokoh agama kondang di Kota Solo, Jawa Tengah, Habib Syech. Ia ingin melantunkan lagu Jawa dengan bernuansa kasidahan.

Sebelum ramadan, Didi Kempot sempat mendatangi pondok pesantren asuhan Gus Karim. Gus Karim bercerita, Didi Kempot terus berusaha semakin mendekatkan diri dengan urusan agama.

"Sebelum Ramadan beliau [Didi Kempot] ke pondok. Alhamdulillah akhir-akhir ini beliau dekat sekali dengan urusan agama. Beliau ingin duet dengan Habib Syech," ungkapnya.

Berikut doa untuk orang meninggal

"Allaahummaghfirlahu warhamhu wa'aafihii wa'fu anhu wa akrim nuzu lahu wa wassi' madkhalahu waghsilhu bilmaai wats-tsalji walbaradi wanaqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wazaujan khairan min zaajihi wa adkhilhuljannata wa 'aidzhu min 'adzaabilqabri wafitnatihi wamin 'adzaabinnaari.

Allaahummaghfir lihayyinaa wamayyitinaa wasyaahidinaa waghaaibinaa washaghiiranaa wakabiiranaa wadzakarinaa wauntsaana.

Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa ahyihi 'alal islaami waman tawaffaitahu minnaa fatawaffahu 'alal iimaani.

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa tudhillanaa ba'dahu birahmatika yaa arhamar raahimiina. Walhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin."

Artinya:

Wahai Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia.

Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah dia.

Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah jalan masuknya cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami (istri) yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula.

Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka.

Wahai Allah berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil-kecil kami yang dewasa, kami yang pria maupun wanita.

Wahai Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman.

Wahai Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Tuhan lebih belas kasihan.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel