Pendeta yang Cabuli Jemaatnya di Surabaya Dilimpahkan ke Kejaksaan



MARTIRNEWS.COM - Berkas kasus dugaan pencabulan pendeta Hanny Layantara kepada jemaatnya telah dinyatakan lengkap.

Kini, Hanny menjalani proses tahap II berupa pelimpahan tersangka dan barang bukti dari Polda Jatim ke Kejati Jatim.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim Anggara Suryanagara mengatakan proses tahap II ini dilakukan setelah berkas perkara kasus sudah dinyatakan lengkap atau P21 pada 22 April 2020 lalu.

Anggara menyebut pihaknya sudah menunjuk jaksa untuk menyidangkan perkara ini.

"Kita sudah menunjuk beberapa jaksa untuk menyidangkan perkara ini di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya nantinya. Salah satunya jaksa Rista Erna dan Sabetania," kata Anggara di Surabaya, Selasa (5/5/2020).

Di masa pandemi ini, Anggara menyebut proses tahap II dilakukan secara online. Hal ini agar terjadi physical distancing.

Sedangkan Hanny rencananya dititipkan di Rutan Polrestabes Surabaya selama 20 hari.

"Proses tahap II dilaksanakan secara online, untuk mendukung program Physical Distancing. Penahanan tersangka kami titipkan di Rutan Polrestabes Surabaya untuk 20 hari kedepan," imbuhnya.

Anggara menambahkan Hanny Layantara dijerat pasal 82 UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau pasal 289 KUHP atau pasal 294 KUHP.

Sebelumnya, perbuatan Hanny dilaporkan oleh korban dengan nomor polisi LP :LPB/155/II/2020/UM/SPKT pada 20 Februari 2020. Saat itu, polisi menyebut korban dicabuli oleh tersangka sejak berumur 10 tahun dan kini korban sudah berumur 26 tahun.

Kasus ini terbongkar saat korban hendak menikah. Akhirnya, Hanny ditangkap pada Sabtu (7/3) di area Perumahan Pondok Tjandra, Waru, Sidoarjo, sebelum Hanny disebut hendak kabur keluar negeri.

Sesuai pasal yang dijerat, Hanny terancam hukuman miminal 3 tahun maksimal 15 tahun dan denda minimal Rp 60 juta maksimal Rp 300 juta.

Sumber: detik

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel