Penghasilannya Perbulan Capai Rp 1,4 Miliar, Mamah Dedeh Tinggal di Hunian Super Mewah Berlapis Emas dan Penuh Tumpukan Karung Beras di Dalamnya, Begini Potretnya!



MARTIRNEWS.COM - Mamah Dedeh dikenal sebagai salah satu Ustadzah kondang di Tanah Air.

Wajahnya kerap menghiasi layar televisi untuk berdkawah.

Memiliki ciri khas tersendiri dalam materi dakwahnya hingga mudah dipahami, membuat Mama Dedeh menjadi salah satu pendakwah perempuan yang terkenal di Indonesia.

Kerap wira-wiri mengisi acara dakwah, membuat penghasilan yang diterima Mamah Dedeh sudah tak main-main jumlahnya.

Dalam sebulan, penghasilan Mamah Dedeh bisa mencapai Rp 1,2 Miliar.

Dengan honor fantastis yang didapatkannya, membuat Mamah Dedeh memiliki hunian mewah yang berlapis emas.

Dilansir dari IDEA Online, perkiraan honor penceramah kondang Mamah Dedeh untuk sekali tampil bisa mencapai Rp 40 juta.

Belum lagi acara televisi yang rutin dipandunya dikabarkan bisa membayar hingga Rp 200-400 juta per bulan, belum dengan acara off air lainnya.

Jika dihitung, maka jumlah penghasilan Mamah Dedeh bisa sekitar Rp 1,2 sampai 1,4 miliar.

Dilansir dari acara Good Friends, rumah hunian mewah milik Mamah Dedeh berlapis dengan emas.

Tak hanya bagian depan rumahnya saja yang bermotif emas, namun di dalamnya pun juga demikian.

Mulai dari lemari kaca, kabinet, hingga hiasan bunga pun bernuansa emas.

Rupanya ada alasan tersendiri mengapa wanita kelahiran Ciamis, 5 Agustus 1951 itu memilih emas.

Ia bercerita, belasan tahun yang lalu, Ia sering diundang ceramah ke daerah Sumatera Selatan, khususnya Palembang.

Karena yang mengundangnya adalah para petinggi negara, maka rumahnya pun bernuansa emas.

“Saya tertarik. Di otak saya, kalau rumah saya pakai emas keren juga, nih!” katanya lalu tertawa.

Akhirnya beberapa tahun kemudian, karena atap rumahnya habis dimakan rayap, Mamah Dedeh memutuskan untuk merombak ulang rumahnya hingga seperti sekarang.

Selain hiasan emas, hal lain yang banyak terlihat di rumah Mamah Dedeh adalah makanan.

Namun yang menarik adalah banyaknya tumpukan karung beras.

Rupanya, Ia sudah 7 sampai 8 tahun melakukan kebiasaan di mana setiap tanggal 20 setiap bulannya Ia akan membeli 200 karung beras.

“Kan tetangga banyak yang, maaf, dalam tanda kutip kurang mampu, atau yang lewat-lewat macam pemulung Mamah kasih. Memang sudah buat itu, ada hak mereka,” ungkapnya.

Tapi selain itu ada juga makanan yang disimpan di dalam lemari emasnya.

Belum lagi yang sudah dimasukkan ke dalam toples dan berjejer ada di meja ruang tamunya.

Mamah Dedeh sendiri berkata kalau ke rumahnya, silahkan untuk makan sepuasnya.

Soalnya, memang setiap harinya banyak orang ada di rumahnya.

“Di rumah Mamah itu tiap hari banyak orang, dari setengah 7 pagi, sampai malam. Tiap hari yang makan hampir 50 orang, jadi ramai terus,” katanya.

Dijelaskannya makanan itu kebanyakan adalah buah tangan datang dari orang-orang yang datang ke ceramahnya di berbagai daerah.

Sumber: grid.id

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel