Sindir Video Tenaga Medis 'Kami Capek', Driver Ojol: Kalian Dibayar



MARTIRNEWS.COM - Baru-baru ini tagar IndonesiaTerserah sempat ramai di media sosial.

Hal itu mencuat sebagai bentuk kekecewaan para tenaga medis yang menangani virus corona terhadap sejumlah masyarakat yang tetap mengabaikan imbauan di rumah, termasuk menyoroti pasar-pasar, mal, hingga jalanan yang kembali ramai.

Aksi paramedis baru-baru ini yang menyuarakan tagar tersebut dengan video viral 'Kami Capek' pun mendapat sorotan dari banyak pihak, salah satunya driver ojek online (ojol) ini.

Bukan mendukung, namun ia mengungkapkan pandangannya dari sudut pandang lain.

Driver ojol tersebut tampaknya kesal dengan aksi IndonesiaTerserah dari sejumlah tenaga medis.

Ia menyebut mereka memang harus melakukan tugasnya sebagai tenaga medis. Terlebih, mereka juga dibayar pemerintah dan mendapat tunjangan tinggi.

Oleh karena itu, driver ojol yang belum diketahui identitasnya itu kemudian menyindir tenaga medis.

Ia kemudian memparodikan sebuah video 'Indonesia Terserah'. Hal itu terlihat dari unggahan video di akun Instagram @fakta.indo Sabtu, (23/5).

"Saya capek, Indonesia terserah! Saya capek nyari orderan dari pagi enggak dapat-dapat," kata salah satu driver ojol dalam video itu.

Tak hanya itu, driver ojol yang mengenakan buf masker itu juga membandingkan ojek online dengan tenaga medis.

Apalagi pemerintah telah memberinya tunjangan tinggi.

Itu berbanding terbalik dengan ojol yang kini susah-payah mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Kalian (tenaga medis) yang bilang capek-capek itu dibayar, tunjangannya banyak. Sudah lakukan saja, jangan banyak ngomong. Kalau memang enggak mau ya udah mundur, biar saya gantinya," lanjutnya.

Sejak diunggah di beberapa waktu lalu, video berbau sindiran kepada para petugas medis itu pun viral di media sosial.

Para warganet memberikan berbagai respons terkait video itu.

"Sama-sama capek sih," tulis @terrapaksimon.

"Gak salah kok Bapak keluarin unek-uneknya. Yang salah pemerintah karena gak bisa kasih jaminan ke masyarakatnya. Peraturannya pun berubah-ubah," lanjut @imaamfaiz.

"Ya enggak gitu juga lah. Mereka berkorban kesehatan dan nyawa. Dipikir gampang jadi tenaga medis," timpal @irhaschanifudin.

Sumber: kumparan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel