Sunat Dana Bansos, Oknum RT di Tangerang Hanya Dapat Teguran

foto: kapernews

MARTIRNEWS.COM - Salah satu oknum RT di Kampung Pulo, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang Bantuan menyunat dana bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk warga yang terdampak virus korona (covid-19).

Oknum itu menyunat Rp50-100 ribu dari tiap kepala keluarga (KK) dari total dana yang diterima sebesar Rp600 ribu.

Kepala Desa Talok, Bunyamin, membenarkan informasi tersebut. Pemotongan oleh oknum RT itu dengan dalih untuk jatah membeli rokok.

"Iya ada pemotongan dengan mengaku untuk sekedar beli rokok," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu malam, 2 Mei 2020.

Bunyamin menuturkan oknum RT yang melakukan pungutan liar dana bansos covid-19 itu telah dipanggil dan diberi teguran. "Oknum RT tersebut telah ditegur dan sudah mengembalikan dananya," jelasnya.

Camat Kresek Jaenudin, menjelaskan di Desa Talok ada 276 KK yang mendapatkan bantuan bansos. Namun, hanya ada satu RT yang disunat dana bansosnya. 

"Betul, hanya RT 09 yang memberikan atau diminta oleh oknum RT. Oknum RT itu juga sudah dipanggil. Para ketua RT di Kresek juga sudah kami kumpulkan untuk dimintai keterangan agar tidak terjadi seperti itu lagi," kata Jaenudin.

Jaenudin menambahkan ia meminta kepada oknum RT itu agar uang yang disunat sebesar Rp50-100 ribu dari para penerima dana bansos untuk dikembalikan kepada warganya yang berhak.

"Kami sudah tindak lanjuti bersama Kepala Desa Talok. Tapi sekarang sudah dikembalikan ke warga, dan di lokasi sudah selesai," ucapnya.

Sementara, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengimbau kepada para ketua RT untuk tidak melakukan pemotongan bansos di masyarakat yang terdampak covid-19, baik dari Kemensos, Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang.

"Masalah di Desa Talok cukup menjadi pelajaran, tapi bila terjadi kembali, warga harus melaporkan ke aparat kepolisian," kata Zaki.

Pemotongan dana bansos Kemensos oleh oknum RT itu diketahui dari salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) Kampung Pulo, Desa Telok, Kecamatan Kresek berinisial ER yang mengadu ke kepala desa di wilayah itu.

Ia mengadu keluarganya hanya menerima bansos sebesar Rp500 ribu dari seharusnya Rp600 ribu setelah dipotong oknum RT setempat.

Menurut ER pemotongan yang dilakukan oknum RT tersebut dengan cara mendatangi rumah penerima manfaat setelah pengawai Pos Indonesia pergi.

Penerima manfaat terpaksa memberikan uang Rp100 ribu karena oknum RT tersebut menyatakan tidak akan dapat menerima kembali bantuan tahap dua, bila tidak memberikan uang yang diminta tesebut.

"Semua dipotong Rp100 ribu oleh orang Kampung Pulo itu. Yang keliling (minta) dari RT 09 ke warga RT 10, ngomongnya disuruh pegawai desa," jelas ER.

Sumber: medcom

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel