Warga Banyumas Terus Kembalikan BLT, Ganjar Pranowo: di Tempatmu Ada yang Seperti Ini?



MARTIRNEWS.COM - Aksi soladiritas warga terdampak pendemi virus corona atau Covid-19 yang mengembalikan bantuan langsung tunai (BLT) di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah  terus bertambah.

Keputusan warga  tersebut  mendapat apresiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Warga  yang mengembalikan BLT karena merasa tidak berhak atas BLT  kata Ganjar patut disyukuri,  karena masih ada orang baik di tengah pendemi Covid-19 di Banyumas.

"Selalu ada yang baik. Di Banyumas, beberapa orang merasa tidak berhak mendapatkan bantuan & mengembalikannya. Di tempatmu ada yang seperti ini?," tulis Ganjar Pranowo dalam akun instagram pribadinya Kamis 7 Mei 2020.

Dalam unggahan tersebut, Ganjar juga  membagikan  tayangan video  Bupati Banyumas Achmad Husein yang menyatakan kehanggannya terhadap atas  aksi solidaritas yang ditunjukkan warganya, yang penuh tepa selira untuk bisa berbagi.

"Dalam suasana yang sulit seperti ini, itu masih banyak warga Banyumas yang menerima bantuan sosial tunai, atas kesadaran sendiri kemudian mereka mengembalikan karena merasa  ada banyak orang yang lebih berhak," ujar Achamd Husein dalam video.

Sebelumnya terdapat 12 orang warga Desa Sirau, Kecamatan Kemrajen, Kabupaten Banyumas mengembalikan BLT senilai Rp 600 ribu kepada pemkab setempat.

Aksi solidaritas warga Banyumas yang mengembalikan BLT terus bertambah, sebanyak 14 warga dua desa di Kecamatan Kemranjen iikut mengembalikan BLT yang seharusnya mereka terim aRp 500 ribu per bulan.

Mereka adalah warga Desa Karangsalam 4 orang dan Desa Kedungpring sebanyak 10 orang.

Penyerahan pengembalian BLT mereka lakukan melalui surat yang dititipkan kepada  Camat Kemranjen Dwi Irawan Sukma. Surat tersebut kemudian diserahkan ke Posko Bansos Dampak Covid-19 di Pendopo Sipanji, Kamis.

Mereka mengembalikan  secara sukarela. setelah ada sosialisasi soal orang orang yang berhak menerima bantuan dan siapa saja yang menerima.

Semula ada yang ingin menerima kemudian disalurkan ke tetangga yang tidak beruntung, namun ada juga yang merasa tidak enak, kemudikan BLT tersebut dikembalikan sesuai mekanisme.

"Setelah mendapat informasi, ada warga yang spontan ingin mengalihkan kepada warga lain. Ada yang harus berembug dengan keluarga, baru mengundurkan diri," katanya.

"Sebagian ada yang mereka terima namun kemudian bantuan tersebut diserahkan kepada orang lain yang lebih tidak mampu, namun yang secara formal mengembalikan ada 14 orang," terangnya.

Sesuai mekanisme, bantuan sosial tersebut bisa dikembalikan tetapi harus dilaporkan dulu ke Mensos.

Dan Camat Kemranjen itu menyerahkan data ke Posko Bansos Dampak Covid-19 di Pendopo Sipanji.

Irawan menambahkan masih ada beberapa warga desa di Kecamatan Kemranjen yang juga ingin mengembalikan bantuan. Saat ini kepala desa dan perangkat, masih terus melakukan pendataan, dia berharap dalam waktu singkat Kepala Desa bisa melaporkan.

"Mudah mudahan penerima secara jujur mengakui kemampuan mereka, sehingga bantuan yang diterima, tidak membuat tetangganya iri karenanya," kata dia.

Sumber: pikiranrakyat

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel