AS 'Dihantam' Masalah Rasisme, Trump Cetak Sejarah Angkat Jenderal Militer Kulit Hitam Pertama



MARTIRNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyita perhatian masyarakat luas.

Bukan karena pernyataan atau sikap kontroversial, kali ini Trump menjadi sorotan usai mengangkat seorang jenderal militer dari kalangan warga kulit hitam.

Adalah Charles Brown, anggota militer dengan gelar empat bintang yang diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) AS.

Pengangkatan Brown ini pun semakin "dramatis" lantaran dilakukan di tengah situasi AS yang sedang memanas karena masalah rasisme yang bahkan sampai merenggut nyawa seorang warga sipil bernama George Floyd di Minneapolis, AS.

Jenderal Brown pun praktis menjadi warga keturunan Afrika-Amerika pertama yang menjabat sebagai KSAU di AS.

Senat AS menyetujui penunjukan Jenderal Brown dengan perolehan suara sebanyak 98-0 alias semua sepakat satu pendapat.

"Keputusan saya untuk menunjuk @usairforce Jenderal Charles Brown sebagai kepala militer keturunan Afrika-Amerika pertama di Amerika Serikat, sekarang telah disetujui oleh Senat," cuit Trump mengabarkan berita baik ini, Rabu (10/6). "Hari bersejarah bagi Amerika! Bersemangat untuk bekerja lebih dekat dengan Jenderal Brown, yang adalah Patriot dan Pemimpin Besar!"

Dikutip dari ABC News, Brown merupakan jenderal bintang empat. Ia merupakan mantan pilot tempur yang telah bertugas di Angkatan Udara selama 36 tahun.

Jenderal Brown saat ini memimpin Pasukan Angkatan Udara Pasifik. Dia mengomandoi sekitar 46.000 pilot, yang ditugaskan terutama ke Korea Selatan, Jepang, Guam, Hawaii, dan Alaska.

Namun pencalonan Brown sebagai KSAU bukan karena sebatas merujuk pada krisis rasisme di AS saat ini.

Sebab ternyata Trump sudah mencalonkan Brown sebagai KSAU sejak 2 Maret 2020, yang kemudian ditunda pemilihannya karena Senator Republik, Dan Sullivan dari Alaska, berusaha untuk menggunakan kekuasaan legislatif pada pencalonan tersebut.

Padahal saat ini Trump sendiri kerap dihujani banyak kecaman dan hujatan karena caranya menanggapi krisis rasisme di AS.

Sebab banyak pihak menilai Trump tak benar-benar serius mengatasi masalah rasisme yang kekinian menyebabkan timbulnya gelombang-gelombang besar aksi massa.

Sumber: wowkeren

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel