Benda yang Dipegang Prajurit Indonesia ini Buat Tank Israel Balik Kanan Saat akan Gempur Libanon



MARTIRNEWS.COM - Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Victor Simatupang mengungkapkan kronologi aksi personel Kontingen Garuda TNI yang mencegah pertempuran antara tentara Lebanon dan tentara Israel di perbatasan Lebanon dan Israel atau Blue Line.

Victor mengungkapkan kejadian tersebut bermula pada informasi intelijen yang didapatkan oleh Pasukan Perdamaian Kontingen Garuda bahwasanya ada pergerakan tentara Lebanon dan tentara Israel di kawasan perbatasan tersebut pada 2 Juni 2020 siang waktu setempat.

Berdasarkan informasi intelijen tersebut diketahui pergerakan tersebut terdapat di dua titik lokasi patroli Kontingen Garuda TNI yang disebutkan sebagai TP 35 dan TP 36.

Awalnya sebuah tank tempur tentara Merkava beserta sebuah Humvee milik tentara Israel melintasi technical fence di lokasi pada 13.12 waktu setempat di TP 35.

Tampak delapan personel tentara Israel yang bersenjata kemudian hadir di lokasi TP 36 pukul 13.28 waktu setempat.

Kemudian personel tentara Lebanon yang tengah melakukan patroli di lokasi mengamati dan mengambil gambar aktivitas tentara Israel tersebut dengan kamera profesional.

Kemudian sebuah tank tempur Merkava lagi milik Israel tiba di lokasi tersebut pukul 13.33 waktu setempat.

Tambahan personel tentara Lebanon kemudian bergabung dengan personel tentara Lebanon yang sebelumnya telah berada lokasi.

Pada 13.40 waktu setempat kemudian 16 personel tentara Lebanon yang dipersenjatai 16 pucuk senapan M16 tiba di TP 35.

Pada pukul 13.49 tank tempur Merkava milik Israel meninggalkan kedudukannya di TP 36 dan tidak terpantau karena terhalang T-Wall.

Setelahnya sejumlah warga tiba di lokasi dengan menggunakan sebuah SUV di TP 35.

Tak lama, tank tempur milik Israel yang sempat hilang dari pantauan tersebut kembali lagi ke kedudukannya semula di TP 36.

Pukul 14.27 sebuah tank tempur Merkava milik tentara Israel lainnya tiba di TP 35.

Tank tersebut kemudian melakukan manuver dan koordinasi latihan tank dengan pasukan darat.

Tank tersebut sempat mengeluarkan asap putih beberapa kali selama latihan.

Pukul 14.40 waktu setempat Liaison Branch dan tim Indobatt QRT dari UNP 9-63 kemudian bergerak dari TP 36 menuju TP 35.

Pasukan Garuda Indobat yang dipimpin Komandan Kompi A Mayor Inf Handi Wibowo ANDI WIBOWO Danki Alfa membawa 23 personel, satu unit Anoa, satu unit Ambualnce, empat unit VAB, dan personel lainnya tiba di TP 36.

Pasukan Kontingen Garuda kemudian berada diantara tentara Israel dan tentara Lebanon mengibarkan bendera PBB dan mengimbau agar tidak terjadi konfrontasi antar kedua belah pihak.

"Setelah mendapatkan laporan itu, pasukan kita sudah standby, kemudian kita juga kita menggunakan APC Anoa disiagakan di sana. Beberapa anggota kita yang dipimpin oleh Komandan Kompi A itu mengadakan pemisahan akan terjadinya pertempuran antara Israel dan Lebanon," kata Victor ketika dihubungi pada Jumat (19/6/2020).

Setalahnya pada pukul 1448, tank tempur Merkava milik Israel di TP 36 meninggalkan kedudukannya dan tidak terpantau lagi

Pada 15.13 waktu setempat Merkava di TP 36 meninggalkan tempat kembali ke Wilayah Selatan Blue Line.

Pada 15.56 personil tambahan dari tentara Lebanon datang menggunakan sebuah Humvee ke lokasi.

Hingga pada 17.21 sebanyak 16 personel tentara Lebanon meninggalkan lokasi TP 35.

"Setelah tentara kita mengibarkan bendera PBB yang menyatakan ini netral, tidak boleh ada satu ledakan pun dan tentara kita mengusir tentara Lebanon dan tentara Israel juga supaya jangan bertikai. Tidak ada letusan, tapi mereka sudah saling mengerahkan kekuatan. Israel menambah kekuatan terus Lebanon juga menambah kekuatan," kata Victor.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel