Bikin Haru, Kisah Gadis Tuli Dibantu Satpam saat Mengambil Tabungan di Bank



MARTIRNEWS.COM - Pandemi Virus Corona atau COVID-19 membuat masyarakat diwajibkan untuk mengenakan masker.

Namun, penggunaan masker juga menjadi kendala bagi kelompok difabel.

Terutama penyandang Tuli. Hal ini dikarenakan para penyandang tidak bisa membaca ekspresi dan gerak bibir dari lawan bicaranya.

Baru-baru ini, kesulitan untuk berkomunikasi juga dialami oleh salah satu penyandang Tuli bernama Widi Utami, saat pergi ke bank.

"Aku Tuli, tetapi masih bisa ngomong. Mengandalkan cara bicara dengan membaca gerak bibir. Begitu ada protokol wajib pakai masker. Blar! Rasanya hopelesssss," tulis Widi pada akun Twitternya.

Ia kemudian berinisiatif menuliskan tujuannya datang ke bank karena tidak bisa berkomunikasi akibat semua karyawan memakai masker.

Beruntung, Widi kemudian dibantu oleh seorang satpam bernama Kurniawan, hingga urusannya selesai.

Kisah pengalamannya tersebut ia bagikan melalui akun Twitter pribadinya, @MustikaUngu, Kamis (4/6).

Cerita pengalaman Widi berawal saat dirinya ingin mengambil uang tabungannya di Bank Negara Indonesia (BNI) cabang Jati Raya, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.

Karena semua memakai masker, Widi merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan para karyawan bank.

Ia lalu berinisiatif untuk menuliskan keperluannya pada secarik kertas.

Setelah tiba di lokasi, Widi kemudian memberikan tulisannya kepada Satpam BNI Kurniawan.

"Pak/bu, saya tunarungu tidak bisa memahami omongan kalau pakai masker. saya minta tolong ditulis aja, ya," kata Widi dalam tulisannya.

Adapun tujuan Widi datang ke bank tersebut ialah untuk mengambil uang dari tabungannya.

"Saya kesini mau ambil uang Tabunganku. Terimakasih," tulis Widi.

Mengetahui hal tersebut, Kurniawan kemudian langsung menemani Widi. Ia juga sempat menuliskan persyaratan yang perlu dibawa oleh Widi sebelum menarik uang tabungannya.

"Jumlahnya berapa? Buku tabungan, KTP, ATM, dibawa?" tanya Kurniawan kepada Widi melalui tulisan.

Setelah menanyakan persyaratan yang harus dibawa, Kurniawan lantas menemani Widi untuk mengisi slip penarikan tabungannya.

Lebih lanjut, Kurniawan juga memberi tahu Widi saat nomor antreannya telah tiba, hingga mendampingi proses transaksi tabungan di teller bank.

Dengan sabar, Kurniawan berada di samping Widi hingga transaksi selesai. Setiap teller bank berbicara, Kurniawan kemudian menuliskannya untuk Widi.

"Teler berbicara, satpam yang menuliskannya untukku," ungkap Widi.

Atas jasa satpam bank tersebut, Widi merasa sangat terbantu.

Lebih lanjut, ia juga turut berpesan kepada teman-teman terutama penyandang difabel, agar berani untuk menyampaikan kebutuhannya. Sebab, hal ini akan sangat membantu.

"Aku yakin, dengan speak up terus menerus, Indonesia akan inklusif pada waktunya. Dear all, keluarlah dan sampaikan kebutuhanmu yang spesial, then... mereka akan menyesuaikannya dengan keadaan kita," kata Widi pada akhir tulisannya.

Saat ini, cerita pengalaman Widi telah dibagikan oleh lebih dari dua ribu pengguna akun Twitter.

Selain itu, berbagai komentar warganet juga turut mewarnai unggahan Widi.

"Sejak pandemi selalu kepikiran hal ini, berharap semua orang pakenya masker transparans yg keliatan bibir. Selain teman Tuli, lansia yg kurang pendengaran maupun orang-orang yg sedang ada di tempat bising jg sebetulnya kesulitan kalo lawan bicara pakai masker," tulis akun @HanaNuraini90.

"saya bisa merasakan apa yg kamu alami, karena saya pun sama seperti kamu, tidak bisa lip reading jika lawan bicara memakai masker.. Terima kasih sudah berbagi cerita," tulis akun @t1t1n81.

"terharu bacanya, seneng bgt. sehat selalu mbaknya dan satpam bni nya," tulis akun @lesssugarxx.

Sumber: akurat

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel