BLAK-BLAKAN Ustadz Felix Siauw Disebut Anti-NKRI & Kampret, Benarkah 2017 ke Anies 2019 ke Prabowo?

foto: kumparan

MARTIRNEWS.COM - Dai kondang Ustadz Felix Siauw blak-blakan tentang pilihan-pilihan politiknya dan garis besar syiar Islam yang dikampanyekan di Tanah Air.

Kepada Pakar Tata Negara Refly Harun, Felix Siauw, blak-blakan menjawab sejumlah pertanyaan sensitif.

Termasuk tuduhan sebagai dai anti NKRI, pro khilafah dan Anti Pancasila.

"Saat ini kita mau mencecar tamu kita kali ini orang yang sangat berbahaya orang kecil ya tapi pendapat-pendapatnya tajam dan kadang-kadang mungkin dari perpsektif pemerintah, ini perspektif yang tidak selalu disukai. Kita akan bertanya soal eksistensi beliau, siapa lagi kalau bukan Ustadz Felix Siauw,' kata Refly Harun mengawali kontennya seperti dikutip tribun-timur.com di akun RH Channel.

Sapaan Ustaz untuk Felix Siauw diperjelas lebih dulu.

"Ustadz itu kan profesi pendakwah, seperti halnya guru profesi mengajar, dosen.
Bukan untuk meninggikan atau merendahkan seseorang itulah sebutan orang dalam profesinya,' kata Refly Harun.

Saat ini, Felix Siauw berusia 36 tahun.

Seperti narasumber sebelumnya, di kanal ini tidak ada basa-basi.

Pertanyaan langsung ke intinya.

"Ustaz sering ditunju Anti pemerintahan, Pro Khilafa, pengikut kadrun, waktu Cebong dan kampret pro kampret walau sekarang kampret sudah masuk kolam juga," k ata Refly Harun.

Ustadz Felix Siauw menceritakan awal mula terjun di dunia dakwah.

Sejak mengikrarkan dua Kalimat Syahadat tanda mualaf memeluk agama Islam tahun 2002 lalu, Felix Siauw langsung aktif menyebarkan syiar Islam.

"Saya dakwah sejak 2002 saya langsung mulai berdakwah 2002 itu. Sampai 2015 nggak pernah ada sebutan radikal, Anti-NKRI, atau sebutan apapunlah, ekstresm, Anti-Pancasila. Mendadak 2016 itu mulai muncul semua ungkapan-ungkapan radikalisme, ekstremisme, itu mulai muncul seolah ini masalah bernegara yang besar. Saya mulai bingung," kata Felix Siauw.

"Kalau Felix Siaum intoleran kenapa baru muncul 2016. Berarti ada yang berbeda 2016 ke atas dan 2016 ke bawah. Pertengahan 2014 muncul istilah, boleh digoogle, narasi-narasi membenturkan agama dan negara. Narasi itu 2016 sampai sekarang dijaga.

"Ustaz mau katakan kalau pertengahan 2014 itu Pilpres, 2016 itu pilkada DKI hahaha?" kata Refly Harun

"Benarkah Ustadz Felix Siauw berkampanye untuk Prabowo di 2019 dan Anies Baswedan di 2016?" tanya Refly Harun

Felix menegaskan dirinya tidak pernah mendukung individu di kontestasi politik.

Felix mendukung ide atau gagasan.

"Pertama-tama tidak satupun data ataupun bukti bahwa saya mendukung calon. Bahkan berkali-kali saya sampaikan di instagram 2014 dan 2019 kemarin bahwa Felix Siaut tidak mendukung nama, tapi mendukung satu narasi. Memberikan panggung kepada siapapun yang mendukung ide di panggung itu. Kalau kemudian dia pergi kita selesaikan. Kita dukung ide bukan individu," kata Felix.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel