Difitnah Masuk Masjid Pakai Sepatu, Sutarmidji Berikan Kata Menohok : Saya Masih Normal



MARTIRNEWS.COM - Sempat viral di media sosial yang menyebut Gubernur Kalimantan Barat ( Kalbar ), Sutarmidji mengenakan sepatu saat memasuki Masjid Raya Mujahidin Pontianak Kalbar.

Menanggapi hal tersebut, Sutarmidji memberikan klarifikasi dan memastikan yang diviralkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut adalah fitnah.

Foto Sutarmidji yang diviralkan ketika ia meninjau persiapan new normal di Masjid Raya Mujahidin, Kamis (4/5/2020) kemarin.

Saat meninjau tersebut, Sutarmidji didampingi pengurus masjid serta pihak yayasan.

Kala itu, Sutarmidji menegaskan dirinya menggunakan kaus kaki hitam yang belakangan muncul fitnah oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab menyebut sang gubernur menggunakan sepatu.

“Saya masih normal," kata Sutarmidji menanggapi fitnah tersebut.

Ia menegaskan tidak melakukan apa yang seperti dituduhkan pada dirinya.

“Sayakan mengecek kemaren, saya pakai kaus kaki karena saya juga mau pertemuan dengan pasien yang sembuh dari Covid-19,” ucap Sutarmidji.

Merespons fitnah tersebut, Sutarmidji menyebut biasanya orang yang berbicara seperti itu atau memfitnahnya masuk menggunakan sepatu, maka merekalah yang mungkin pernah melakukannya.

Ia pun mengajak semua pihak cerdas dalam melihat sesuatu, jangan hanya dari berdasarkan opini semata serta cari informasi yang detail.

Sutarmidji berdoa agar virus corona segera berlalu:

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menjelaskan saat ini kurva penularan Covid-19 sudah mulai menurun.

Ia berdoa mudah-mudahan sampai selanjutnya terus menurun.

Sedangkan angka kesembuhan terus meningkat.

Adanya penurunan angka penularan ini, diharapkannya didukung dengan peran masyarakat, sehingga pengendalian virus corona bisa dilakukan secepatnya.

Hal itu disampaikan Gubernur Kalbar, Sutarmidji seusai melaksanakan ibadah Sholat Jumat di Masjid Raya Mujahidin.

Ia berharap dengan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga agar tidak tertular virus corona, beribadah di rumah-rumah ibadah bisa terus dilaksanakan

"Semoga sholat di masjid dan tempat ibadah lainnya bisa terus dilaksanakan. Padahal Kalbar yang dianjurkan hanya dua yaitu Kapuas Hulu dan Melawi," ucapnya

Sutarmidji, menegaskan akibat keputusan pemerintah pusat yang berubah-berubah membuat daerah sulit.

"Akibat keputusan di pusat pagi, siang, malam beda-beda maka kita daerah ni babak belur. Kita terus dimarah-marah masyarakat, ada yang ngamuk, ada yang Manas," katanya.

Oleh karena itu pihaknya mengikuti saja dan mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan dan virus ini cepat berlalu di Kalbar.

"Saran saya pada masyarakat ikuti anjuran pemerintah. Yang masih ngeyel, yang sok jagoan dan mengaku tidak takut silakan jadi relawan kamar jenazah di Soedarso. Meskipun namanya relawan saya akan berikan insentif Rp5 juta," tegasnya.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel