HASIL ILC TVOne, Elza Syarief Kuasa Hukum Nazaruddin Ungkap Ada The Bos Korupsi Hambalang & e-KTP

foto: viva

MARTIRNEWS.COM - Indonesia Lawyer Club (ILC) yang dipandu oleh pembaca acara kondang Karni Ilyas edisi Selasa (23/6/2020) membahas mengenai #ILCNazaruddinBebas.

Dalam diskusi yang ditayangkan di TVOne tersebut Karyi Ilyas mengungkapkan ia sudah berusaha untuk menghadirkan Nazaruddin mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang terjerat kasus mega korupsi.

Namun Nazaruddin disebutkan Karni Ilyas tidak memberikan respon hingga acara dimulai.

Meskipun Nazaruddin tidak hadir pada diskusi di ILC yang ditayangkan TVOne, menghadirkan pengacara yang bersangkutan.

Pengacara Nazaruddin dalam menghadapi mega korupsi adalah Elza Syarief.

Saat memberikan paparan, Elza Syarief beberapa kali menuturkan bahwa Nazaruddin memang aktor sentral dalam mega korupsi yang berkaitan dengan proyek Hambalang serta proyek lainnya.

Nazaruddin ditegaskan Elza hanyalah pelai sentral bukan The Bos.

Selain itu, Elza menerangkan Nazaruddin harusnya menjadi inspirasi koruptor lainnya dalam mengunkapkan kasus korupsi.

“Memang kita bisa melihat awalnya Nazarudzin wanted. Sehingga dibilang tidak kooperatif saat itu dia dalam tekanan sehingga melarikan diri. Tapi setelah itu, ia sangat kooperatif,” ucap Elza Syarief saat membeikan komentar pada acara ILC yang ditayangkan oleh TVOne, Selasa (23/6/2020).

Dia (Nazaruddin) disebut Elza dengan berani mengungkap kasus hambalang dan banyak lagi kasus lainnya dihadapan penyidik KPK kala itu.

“Saya sendiri setiap minggu mendampingi Nazaruddin untuk memberikan paparan pada penyidik,” katanya.

Mulai dari kasus e-KTP, korupsi di Kemenaker, korupsi di ESDM dan banyak lagi lainnya yang tak bisa disebutkan Elza kala itu.

“Nazaruddin paling banyak mengungkap kasus korupsi. Nazaruddin banyak sekali mengungkapkan kasus tinggal penggaian dari KPK,’” tegasnya.

Sehingga KPK bisa mengungkap dan menelusuri kasus korupsi yang ada.

“Bagaimana uang itu mengalir bisa kena, bahkan semua partai bisa kena. e- KTP itu belum selesai. Pelaku utama adalah the bos, Nazaruddin memang sentral tapi dia bukan the bos.,” kata Elza.

Bahkan saat mengungkapkan kasus korupsi kala itu, Elza menambahkan banyak sekali ancaman Nazaruddin sangat banyak.

“Bahkan sesama lawyer juga ada yang mengancam. Nazarudin semangat membuka korupsi e KTP. Banyak kasus yang belum terbuka dalam korupsi e-KTP, Nazaruddin sudah mengungkapkan si A B C D menerima uang tapi tidak menjadi kasus oleh KPK,” sebutnya.

“Ketika Nazaruddin bernyanyi dalam membuka kasus banyak pihak ketakutan. Nazaruddin bisa jadi inspirasi untuk koruptor lainnya untuk membuka kasus korupsi,” pungkas Elza.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel