Hore! Indonesia Sedang Ketiban Durian Runtuh, Puluhan Perusahaan AS di China Hijrah ke Indonesia




MARTIRNEWS.COM - Wabah Covid-19 membuat perekonomian sebagian besar negara carut marut.

Tingkat penularan yang semakin tinggi membuat pangsa pasar terjun bebas.

China, yang menjadi negara asal wabah Virus Corona ini pun menuai dampaknya usai negri Tirai Bambu itu digempur habis-habisan oleh Covid-19 ini.

Tak hanya itu, 50 perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di China pun angkat kaki dari bumi sang naga.

Amerika Serikat pun melirik negara di Asia Tenggara untuk tempat hijrah bagi puluhan perusahaan tersebut.

Adapaun negara-negara yang diincar oleh AS yaitu Vietnam, Myanmar dan Filipina.

Awalnya, Indonesia tak dilirik oleh AS sebagai wilayah hijrah perusahaan mereka.

Namun, saat ini Indonesia dikabarkan bakal mendapat durian runtuh.

Tak tanggung-taggung, 40 perusahaan asal AS yang awalnya di China bakal hijrah ke tanah air.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan ada empat puluh perusahaan asing yang berpotensi menanamkan investasinya di dalam negeri.

Dia bilang ini merupakan relokasi investasi China yang berasal dari Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Untuk itu, internal BKPM telah membuat satuan tugas (Satgas) untuk menogesiasi langsung agar dana investor tersebut bisa mengalir ke dalam negeri.

Dari 40 perusahaan ini di antaranya bergerak di sektor manufaktur, energi, dan lain-lain.

Bahlil menyampaikan di tengah pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) berdampak sistemik, masif, dan terstruktur terhadap ekonomi berbagai negara, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di China mengambil langkah keluar dari negeri tirai bambu tersebut.

Peluang inilah yang dirasa perlu dimanfaatkan oleh BKPM dan pemerintah.

Kendati demikian, kendala BKPM adalah terkait anggaran.

Sebab, dalam upaya jemput bola itu, BKPM membutuhkan modal anggaran sebesar Rp 120 miliar. Dus, dari total 40 perusahaan, anggaran masing-masing sebesar Rp 3 miliar.

“Jadi yang Rp 3 miliar ini yang kita hunting nanti bukan 40 peruhsahaan, tetapi lebih dari itu bisa sampai dengan 300 perusahaan,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) BKPM dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (23/6).

Bahlil curhat, anggaran yang minim telah menghambat pendekatan BKPM dengan sejumlah investor asing.

“Pantesan kalau negosiasi dengan negara-negara lain ini juga tidak ada kesepakatan, karena mereka juga malas. Untuk negosiasi dengan negara lain harus marketing intelligent, harus jalan dulu melihat apa kelebihan dan kelemahan di sana. Kemudian negara kita mau bawa apa,” ujar Bahlil.

Untuk itu, Bahlil menyampaikan pihaknya bersama dengan pemerintah segera menyiapkan insentif khusus bagi investor asing.

Ini untuk merealisasikan 40 relokasi investor asing dari China.

Dari sisi lokasi industri, selain di Jawa Barat, pihaknya dan pemerintah akan membangun kawasan industri di Madiun Jawa Tengah.

Informasi saja, data BKPM menunjukkan pencapaian realisasi investasi kuartal I-2020 sebesar Rp 210,7 triliun, tumbuh 8% year on year (yoy) dibanding kuartal I-2019 senilai Rp 193,9 triliun.

Bahkan dibandingkan kuartal IV-2019 tumbuh 1,2%.

Adapun untuk realisasi penanaman modal asing (PMA) sepanjang Januari-Maret 2020 sebesar Rp 98 triliun, anjlok 7% secara tahunan di mana pada Januari-Maret 2019 mampu mencatatkan investasi senilai Rp 107,9 triliun.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel