Kunjungan Trump ke Gereja Sambil Angkat Alkitab, Picu Kemarahan Uskup Washington



MARTIRNEWS.COM - Uskup dari Keuskupan Episkopal Washington memberi kritikan tajam kepada Presiden Donald Trump karena mengadakan kunjungan ke Gereja St John yang bersejarah pada Senin malam (1/6), tempat Trump mengangkat sebuah Alkitab setelah pihak kepolisian membersihkan area unjuk rasa.

Dilansir dari APnews.com, Pendeta Mariann Budde mengatakan bahwa kunjungan Trump membagikan pesan atau maksud tertentu yang bertentangan dengan ajaran Yesus.

"Dia mengambil simbol-simbol yang sakral bagi tradisi kita dan berdiri di depan sebuah rumah doa dengan harapan penuh yang akan menjadi momen perayaan," kata Budde dalam sebuah wawancara setelah pernyataannya tentang kunjungan Trump diposting ke akun Twitter Keuskupan.

Dalam akun twitternya, Mariann juga mengatakan , Trump datang ke gereja tidak untuk berdoa serta tidak mengatakan mengenai penyesalan atas meninggalnya George Floyd.

“ Presiden tidak datang untuk berdoa; dia tidak menyesali kematian George Floyd atau mengakui penderitaan kolektif orang kulit berwarna di negara kita. Dia tidak berusaha menyembuhkan atau menenangkan negeri kita yang bermasalah, “ kata Marriann , seperti yang di kutip dari akun twitternya, Selasa (2/6).

Budde juga mengatakan bahwa gereja "benar-benar terperangah ” oleh kunjungan itu, menurutnya tempat suci digunakan untuk memfasilitasi pernyataan Trump. Ketika protes di seluruh negeri berkobar menyusul pembunuhan terhadap George Floyd di Minneapolis, Gereja St. John mengalami kerusakan kecil pada Minggu malam akibat kebakaran di ruang bawah tanah gereja.

“Kita dapat membangun kembali gereja. Kita bisa mengganti perabot kamar anak-anak, (tapi) kita tidak bisa menghidupkan kembali kehidupan seorang pria," katanya.

Sementara itu, Uskup ketua Gereja Episkopal , Michael Curry, mengeluarkan pernyataannya sendiri yang mengatakan bahwa Trump telah menggunakan gedung gereja dan Alkitab untuk tujuan politik partisan.

“Ini dilakukan pada masa yang sangat menyakitkan di negara kami, dan tindakannya tidak melakukan apa pun untuk membantu atau menyembuhkan kami,” tambah Curry, orang Afrika-Amerika pertama yang memegang jabatan kepemimpinan itu untuk Episkopal A.S.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan kaki dari Gedung Putih menuju sejumlah gereja bersejarah yang rusak akibat aksi protes menentang rasisme yang berakhir ricuh pada Senin (1/6) malam.

Trump kemudian menuju St John's Church yang terletak di seberang jalan Gedung Putih. Gereja tersebut dikenal sebagai " Gerejanya Para Presiden".

Gereja itu mengalami kerusakan yang cukup parah karena kebakaran dan coretan grafiti pada saat kerusuhan yang terjadi hari Minggu (31/5).

"Kita adalah negara yang hebat," ujar Trump di luar gereja, sembari mengangkat Alkitab.

Sumber: kumparan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel