PKS Berang Beredar Video Fraksinya Setuju Usulan RUU HIP, Politisi Demokrat: Ustdaz Ngamuk Ketahuan Bohong?



MARTIRNEWS.COM - Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid berang lantaran video pemaparan fraksinya soal RUU HIP di Sidang Badan Legislasi (baleg) dianggap penyelewangan fakta.

Dalam video itu terungkap F-PKS menyetujui usulan RUU HIP dibawa ke paripurna dengan sejumlah catatan.

Unggahan itu berawal dari netizen Imad Hasan Aqil lewat akunnya @ImadHasan95 yang mengunggah video tersebut.

Berikut kutipan isi dalam video tersebut.

“….Tap MPR No.1 tahun 2003 khususnya itu ayat 2 kemudian termasuk pasal-pasal atau tap-tap yang kemudian tidak akan bisa berubah karena Lembaga MPR juga sudah tidak ada sehingga memasukkan ke sana itu tidak ada mudhorot setelah teknis dan secara substantif,” begitu dikatakannya.

“Pada dasarnya Fraksi PKS tidak keberatan (RUU HIP), tapi untuk kemudian disempurnakan terlebih dahulu, sehinga kalau sudah sempurna kita masukkan ke paripurna,” ujarnya.

Dalam cuitannya, ia tidak hanya mengunggah tapi juga menyebut Politsi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana.

“Makasih Om @panca66 atas kejujuranya,” ujarnya.

Cipta pun membalas cuitan Imad, “Saya kan bicara fakta, nggak suka fitnah,” ucapnya.

Mengetahui hal itu, Hidayat Nur Wahid, merespon keras apa yang diunggah itu tidak menyimpulkan fakta utuh sesungguhnya.

“Kalau benar tak suka fitnah, dan bicara fakta, mestinya tak hanya tampilkan sebagian fakta (tgl 22/4) dan sembunyikan fakta2 lain. Mestinya anda sebutkan fakta&dokumen seutuhnya bhw FPKS tak tandatangani pengusulan RUU HIP, dan akhirnya FPKS TOLAK RUU HIP saat Rapur DPR (tgl 12/5).” begitu ungkapnya.

Sontak saja, Cipta terkejut dengan respon reaktif dari Hidayat Nur Wahid, lantaran video itu bukan diunggah oleh dirinya.

“Hahaha, ngamuk ustadz ketahuan bohong? Marahin yang unggah video itu dong kok marah ke saya?” ungkapnya.

Dinamika politik polemik RUU HIP memang memanas pasca maklumat protes MUI dan Ormas Islam seperti NU dan Muhammadiya yang ikut bersuara.

Sebagian besar fraksi-fraksi di DPR langsung membuang badan pasca gelombang protes itu bermunculan.

Diketahui hanya dua partai sebelumnya yang menolak menandatangani RUU HIP tersebut yakni PKS dan Partai Demokrat.

Sumber: pojoksatu

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel