PLN Buka-bukaan Soal Tagihan Listrik Raffi Ahmad Rp 17 Juta

foto: grid

MARTIRNEWS.COM - 
Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang dikenal bergelimang harta ternyata juga punya masalah yang sama dengan rakyat jelata.

Rumahnya sering mengalami mati lampu akibat listriknya jepret.

Hal itu diungkapkannya ketika ada dua petugas PLN yang mendatangi rumah pasangan tersebut.

Nagita mengungkapkan kebingungan dengan kondisi listrik di rumahnya.

"Soalnya gini Pak, rumah ini tuh ada permasalahan di dalamnya. Jadi tuh listriknya kalau menurut akal saya, daya segini harusnya cukup. Di rumah Mama aja yang rumahnya gede nggak sampai gini (jepret terus)," keluah Nagita Slavina dilansir dalam channel YouTube Trans TV, Selasa (2/6/2020).

Tak hanya itu Nagita juga mengeluhkan mahalnya biaya listrik yang dia bayar.

Dia mengaku bisa mengeluarkan uang Rp 1 juta untuk membeli token listrik hanya untuk 2 hari atau bisa mencapai Rp 17 juta per bulan.

"Pokoknya sejuta tuh bisa dua hari. Padahal listrik yang di bawah ini nggak selalu nyala. Berarti kan si listriknya itu kan nggak ke jalurnya, benar nggak?" tutur Nagita kepada petugas PLN.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ciputat Sigit Arimurti pun menilai besarnya biaya konsumsi listrik untuk daya listrik rumah Raffi-Nagita itu masih berada dalam batas wajar.

Apalagi Nagita juga menyebutkan banyak peralatan elektronik yang ada di rumahnya, seperti kulkas sebanyak 10 buah.

"Tingginya biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan atas nama Raffi Ahmad dengan daya listrik 33 ribu VA atau 33 kVA karena beban pemakaian listrik atau konsumsi listrik yang tinggi juga. Bisa jadi dikarenakan banyak peralatan elektronik atau penggunaan beberapa alat elektronik dengan daya yang besar," jelas Sigit seperti dilansir dalam keterangan resmi PLN, Rabu (3/6/2020).

Sigit menambahkan, untuk mengatasi kendala terkait token listrik yang harus diinput berkali-kali, disarankan pelanggan membeli token listrik sejumlah pemakaian selama sebulan.

Pasangan ini mengeluhkan hal itu saat petugas PLN melakukan layanan tambah daya dari 23 kVA (kilovolt Ampere) ke 33 kVA yang dilakukan pada 27 April lalu.

Selanjutnya, petugas juga memeriksa panel listrik di rumah pasangan Raffi dan Nagita. Sebab, berdasarkan keluhannya, listrik di rumah pasangan itu sering turun alias jepret.

Hasil dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan bahwa listrik rumah pasangan tersebut sering turun atau jepret dikarenakan alat bernama MCB (miniature circuit breaker) pada panel listrik pelanggan overload karena pembagian beban listrik yang tidak merata.

Dikarenakan batas kewenangan PLN untuk pasokan listrik pelanggan hanya sampai ke kWh meter, petugas PLN merekomendasikan pasangan tersebut untuk menghubungi instalatir resmi yang tesertifikasi dan terdaftar dalam Asosiasi Kontraktor Listrik untuk melakukan perbaikan pada instalasi rumah pelanggan.

Melalui video yang direkam PLN, Raffi pun mengaku paham setelah mendengar penjelasan itu. Raffi juga mengaku akan lebih bijak dalam menggunakan listrik.

"Saya ingin berterima kasih pada PLN dan PLN Ciputat. Saya merasakan PLN sudah luar biasa memberikan suplai yang luar biasa, di tempat saya (sudah) tidak ada masalah sama sekali. Saya juga mengingatkan kepada semuanya, tetap gunakan listrik dengan bijaksana," ujar Raffi.

Sumber: detik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel