Puas dengan Kinerja Ahok, Menteri BUMN Erick Tohir, Tak Mau Ganti Direksi dan Komisaris Pertamina

foto: tempo

MARTIRNEWS.COM - Menteri BUMN, Badan Usaha Milik Negara, Erick Tohir menyatakan puas terhadap kinerja jajaran direksi dan komisaris utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama, BTP atau biasa disapa Ahok.

"Saya tidak mau dikotomi. Belakangan ini saya puas dengan kinerja jajaran direksi dan komisaris Pertamina," ujar Erick Tohir di Jakarta.

Erick juga memastikan tidak akan mencopot Ahok atau pun jajaran direksi dan komisaris Pertamina lainnya dalam waktu dekat ini.

Pasalnya, baik jajaran direksi maupun komisaris, berhasil menjalankan tugas sesuai key performance indicator (KPI) yang ditentukan.

"Tidak akan ada perombakan," kata Erick Tohir tentang kinerja direksi dan komisaris Pertamina belakangan ini.

"Saya tidak mau pergantian itu karena hal-hal personal, selama KPI-nya jalan. Biarkan direksi BUMN bekerja, jangan ditakut takuti nanti diganti begitu. Yang diganti itu yang tidak sesuai dengan KPI," kata Erick.

Erick mengatakan, ia menginginkan direksi dan komisaris yang telah ditunjuk, bekerja sesuai masa kerja yang telah ditentukan.

Bahkan dirinya tidak menginginkan adanya bongkar pasang direksi dan komisaris BUMN dalam waktu yang cepat.

"Saya mau direksi yang diangkat saat ini, menjabat sampai selesai masa tugas nanti," tandasnya.

"Saya tidak mau ada gonta ganti posisi, apakah dalam satu tahun di lepas, saya tidak mau. Kenapa? Karena yang namanya membangun sebuah usaha, perlu kontinuitas tetapi KPI harus tetap tercapai," sambungnya.

Erick Tohir sekali lagi menyatakan bahwa dirinya memastikan tak akan mencopot Ahok atau pun jajaran direksi dan komisaris Pertamina lainnya dalam waktu dekat ini.

Pernyataan Erick Tohir ini menanggapi desakan peserta gerakan aksi 212 yang meminta agar Ahok dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Erick menyatakan sudah puas dengan kinerja jajaran direksi dan komisaris Pertamina dalam beberapa bulan terakhir ini.

"Selama jajaran dan komisaris berhasil menjalankan tugas sesuai key performance indicator (KPI) yang telah ditentukan, tak akan terkena perombakan," tegasnya.

Ia mengatakan "Saya tidak mau pergantian itu karena hal-hal personal. Biarkan direksi BUMN bekerja, jangan ditakut takuti nanti diganti. Kalau pun diganti, karena kinerjanya tak sesuai dengan KPI," kata Erick.

Erick mengaku sebenarnya menginginkan direksi dan komisaris yang telah ditunjuk bekerja sesuai masa kerja yang telah ditentukan. Dia tak ingin terjadi bongkar pasang direksi dan komisaris BUMN.

"Saya mau direksi yang diangkat bisa menjabat sampai selesai nanti. Jangan direksi ini ditakuti gonta ganti posisi, Karena yang namanya membangun sebuah usaha, perlu kontinuitas, tetapi KPI juga harus tercapai," ujarnya.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel