Putuskan Jadi Mualaf, Satu Keluarga Pengusaha Terpandang Kompak Dapat Hidayah Setelah Nasibnya Jungkir Balik, 30 Tahun yang Lalu Telah Disunat: Perasaan Hati Sejuk dan Tenang

MARTIRNEWS.COM -  Putuskan Jadi Mualaf, Satu Keluarga Pengusaha Terpandang Kompak Dapat Hidayah Setelah Nasibnya Jungkir Balik, 30 Tah...




MARTIRNEWS.COM - 
Putuskan Jadi Mualaf, Satu Keluarga Pengusaha Terpandang Kompak Dapat Hidayah Setelah Nasibnya Jungkir Balik, 30 Tahun yang Lalu Telah Disunat: Perasaan Hati Sejuk dan Tenang

Salah satu keluarga pengusaha asal Palembang menjadi sorotan publik pasca menceritakan kisah spiritualnya.

Setelah mengalami jatuh bangun kehidupan, keluarga ini memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Mereka diketahui mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Cheng Ho Jakabaring pada Jumat, (10/05/2019) lalu.

Adalah Ateng alias Suyono, Ong Mei Lu sang istri, dan Lois Fernando sang putra, bergantian mengucap dua kalimat syahadat.

Proses pembacaan dua kalimat syahadat ini dipimpin oleh H Ahmad Affandi selaku ketua pembina iman tauhid Islam (PITI) Sumatera Selatan.

Proses sakral tersebut dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru, Gubernur periode 2003-2008 Syahrial Oesman, tokoh masyarakat Kemas H Halim, Ketua MUI Sumsel Aflatun Muchtar, Ustad Sodikun dan lainnya.

"Saya tidak akan banyak bicara, hidayahlah yang memangil saya untuk masuk Islam dan ini sudah pangilan hati. Perasaan hati sejuk dan lebih tenang," ujar Hermanto, pemilik toko Jaya Raya elektronik di kawasan 16 Ilir.

Pria kelahiran Palembang 7 February 1956 ini menceritakan, sewaktu kecil rumahnya dekat dengan masjid, dan sekarang rumahnya berada di seberang masjid.

Kesehariannya yang banyak berinteraksi dengan umat Muslim memengaruhi jiwanya untuk masuk Islam.

"Prosesnya butuh dua tahun untuk memutuskan memeluk agama Islam. Terlebih saya sudah mengalami tiga fase yaitu yang pertam hidup enak, lalu tahun 1998 krisis moneter, dan ketiga yang kebakaran toko," katanya.

Menurutnya, saat insiden kebakaran toko ia banyak dibantu oleh temen-temen muslim.

Perjalanan hidup ini memang semuanya butuh proses, untuk itu ia pun menjelaskan terhadap keluarga dan terhadap etnisnya atas keputusan yang diambil.

"Keluaraga semua terima, cuma kalau mau keluarga semua Islam butuh proses dan waktu," jelasnya.

Usai resmi memeluk agama Islam, Hermanto Wijaya untuk pertama kalinya salat Ashar berjamaah di Masjid Raya Citra Grand City.

Proses mengambil wudu dan salat diajarkan oleh para ustaz.

keluarga Mualaf

"Saya sangat senang bisa salat di sini," katanya.

"Namanya baru proses belajar ya. Tempat kita dulu juga ada jongkok tapi jongkoknya tidak sampai habis ke bawah. Kalau untuk baca-bacaanya nanti dipandu ustad, bisa bisa privat belajar bertahap," katanya.

Momentum mualaf berdekatan dengan bulan Ramadan, Hermanto mengatakan akan belajar puasa.

"Saya akan puasa, tapi kayaknya belum bisa full karena proses belajar. Dan pastinya saya akan naik Haji namun prosesnya bertahap," katanya.

Ia juga menuturkan bahwa sudah sunat 30 tahun lalu saat muda.

Sehabis salat Jumat, masyarakat tidak langsung pergi dari masjid namun memilih untuk duduk dan menunggu proses pengucapan dua kalimat syahadat dimulai.

Di sela proses pembacaan dua kalimat syahadat, Hermanto sempat ditanya apakah masuk Islam karena ada paksaan?

"Tidak ada, saya masuk Islam tanpa paksaan. Melainkan murni dari dalam hati saya,"tegasnya.

Ateng dan anggota keluarganya mengucap dua kalimat syahadat di masjid Cheng Ho, Jumat (10/05/2019).

Sumber: grid.id

Name

Berita,7165,Berits,1,Entertainment,18,Health,2,Internasional,208,Kisah,4,Kriminal,10,Nasional,6952,News,19,Opini,30,Pilihan Editor,118,Pilkada Jabar,3,Politik,3,Tekno,3,Turn Back Hoax,2,
ltr
item
Martir News: Putuskan Jadi Mualaf, Satu Keluarga Pengusaha Terpandang Kompak Dapat Hidayah Setelah Nasibnya Jungkir Balik, 30 Tahun yang Lalu Telah Disunat: Perasaan Hati Sejuk dan Tenang
Putuskan Jadi Mualaf, Satu Keluarga Pengusaha Terpandang Kompak Dapat Hidayah Setelah Nasibnya Jungkir Balik, 30 Tahun yang Lalu Telah Disunat: Perasaan Hati Sejuk dan Tenang
https://1.bp.blogspot.com/-akjn12XEfQE/XuLeMMKWBNI/AAAAAAAAIhY/JjeESAoA6s8hyRBzczvGzGig5wOmWIq-QCLcBGAsYHQ/s640/1697665001.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-akjn12XEfQE/XuLeMMKWBNI/AAAAAAAAIhY/JjeESAoA6s8hyRBzczvGzGig5wOmWIq-QCLcBGAsYHQ/s72-c/1697665001.jpg
Martir News
https://www.martirnews.com/2020/06/putuskan-jadi-mualaf-satu-keluarga.html
https://www.martirnews.com/
https://www.martirnews.com/
https://www.martirnews.com/2020/06/putuskan-jadi-mualaf-satu-keluarga.html
true
218100392648765368
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content