Tengku Zul Tulis Ini Soal Aplikasi Injil Bahasa Minang, Yunarto : Kok Saya Merasa Ayah Merendahkan ?



MARTIRNEWS.COM - Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya merasa komentar Tengku Zulkarnain soal aplikasi Injil bahasa Minang justrru merendahkan orang Minang.

Yunarto Wijaya merasa, komentar Tengku Zulkarnain justru seperti menganggap bahwa orang Minang tidak bisa berbahasa lain.

Aplikasi Injil berbahasa Minang memang tengah ramai diperbincangkan.

Meski begitu, sepertinya aplikasi Injil bahasa Minang ini sudah dihapus dari Google Play Store.

Awalnya Tengku Zulkarnain mempertanyakan sasaran dari aplikasi Injil bahasa Minang.

Tengku Zulkarnain menuliskan pendapatnya soal aplikasi Injil bahasa Minang ini lewat akun Twitter @ustadtengkuzul.

Dalam cuitannya, Tengku Zulkarnain juga meminta agar Ma'ruf Amin tidak tinggal diam soal polemik aplikasi Injil bahasa Minang ini.

"Siapa sasaran dakwah Aplikasi Injil dlm bhs Minang jika bkn Org Minang?

Tdk mungkin sasaran dakwahnya Orang Jawa, Sunda atau Aceh, bukan?

Perlukah Menteri Kominfo diajari BERPIKIR RASIONAL?

Aturannya sdh jelas dilarang dakwahkan agama pd org yg sdh beragama

Yai Ma'ruf Jgn DIAM," tulis Tengku Zulkarnain.

Yunarto Wijaya menanggapi cuitan Tengku Zulkarnain.

Yunarto Wijaya merasa, cuitan Tengku Zulkarnain ini jusrtru merendahkan orang Minang.

"Kok saya merasa ayah merendahkan orang minang ya?

seakan-akan orang minang gak bisa berbahasa indonesia atau inggris yg dah pasti ada terjemahan injilnya..." tulis Yunarto Wijaya.

Entah apa alasannya, tak berselang lama kemudian Yunarto Wijaya menghapus cuitannya tersebut.

Diketahui bersama, polemik ini dimulai dari surat yang dikirim Gubernur Sumatera Barat Irawan Prayitno yang meminta aplikasi Injil bahasa Minang dihapus dari Google Play Store.

Irawan mengirim surat dengan Nomor 555/327/Diskominfo/2020 ke Menteri Komunikasi dan Informastika pada 28 Mei 2020.

Melansir Kompas.com, Kepala Dinas Komunikasi dan Informastika Sumbar Jasman Rizal membenarkan permintaan tersebut.

Ia menyebut setiap daerah memiliki kearifan lokal dan ada daerah yang kearifan lokalnya berdasarkan latar belakang religi seperti Sumatera Barat.

Menurut Jasman, adat Minangkabau berdasarkan pada syariat yang didasarkan pada kitab Al Quran.

"Itu konsep dasar berpikir orang Minangkabau. Artinya, orang Minangkabau adalah penganut Islam dan jika ada yang mengaku sebagai orang Minangkabau tetapi tidak muslim, secara adat tidak diakui sebagai orang Minangkabau,” kata Jasman saat dihubungi Kompas.com, Jumat (5/6/2020).

Walaupun aplikasi tersebut tidak ada batasan wilayah administrasi dan bisa diunduh di mana saja, namun menurut Jasman, aplikasi tersebut tetap ada kaitannya dengan Minangkabau.

Karena yang paham bahasa Minangkabau adalah orang Minangkabau sendiri.

"Yang bisa dan paham bahasa Minangkabau itu orang Minangkabau sendiri. Di-download dari luar negeri pun tetap saja berbahasa Minangkabau," kata Jasman.

Jasman mengatakan surat yang dikirim Gubernur Sumbar pada Kemenkominfo sudah ditangapi.

Sejak Rabu (3/6/2020), aplikasi Injil Bahasa Minang sudah tidak ada lagi di Google Play Store.

"Kita sudah komunikasi langsung dengan pihak Kominfo. Mereka mengatakan akan menindaklanjuti. Sejak Rabu lalu tidak ada lagi aplikasi itu," kata Jasman

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel