Ungkit Pengcecut Kencing Celana, Ketua Prodem Anggap Teddy Gusnaidi Terlalu Berlebihan



MARTIRNEWS.COM - Ketua Majelis Pro Demokrasi (Prodem) Iwan Sumule membalas cuitan Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Tedy Gusnaidi.

Menurut Iwan, cuitan Teddy Gusnaidi terkait orang-orang di balik pelengseran Soeharto terlalu berlebihan.

“@TeddyGusnaidi, anda terlalu berlebihan, dan mungkin tak tahu detail soal gerakan2 jatuhkan Soeharto,” cuit Iwan Sumule melalui akun Twitternya, Sabtu (6/6/).

Iwan menanggapi pernyataan Teddy yang menyebut hanya orang seperti dia, Budiman Sudjatmiko, dan Adian Napitupulu yang pantas menggaungkan pemakzulan presiden. Sebab, mereka aktif dalam aksi pelengseran Soeharto.

“Bung Budiman di dalam penjara ketika aksi2 pelengseran Soeharto. Saya sekampus dan Adian tak pernah pimpin (korlap) aksi2 Forkot, juga tidak berbasis di kampus (jurusan hukum),” kata Iwan.

Sebelumnya, Teddy Gusnaidi mengungkit orang-orang yang berada di balik seruan pemakzulan presiden Jokowi. Orang itu pernah kencing celana pada zaman Orba.

“Kalau yang bicara pemakzulan Jokowi itu kayak gue, budiman, adian dsbnya, masih pantas, karena kita bukan para pengecut. Kalau para pengecut zaman orde baru yang bicara pemakzulan saat ini, coba aja di sentil bibirnya sedikit, udah pada kencing celana kayak dulu,” kata Teddy.

“Jika dalam keadaan hening (Orde baru), kalian berteriak, itu hebat. Tapi ketika semua orang berteriak (Orde reformasi), lalu kalian ikut berteriak, itu gak ada hebatnya. Gue berteriak dalam keadaan hening,” tambahnya.

Menurut Teddy, pada zaman Soeharto, jangankan menghina, mengritik pemerintah di dalam rumah pun rakyat ketakutan, seolah-olah tembok punya telinga.

“Jadi hanya orang-orang bernyali yang mampu mengkritik secara terang-terangan. Tidak ada yang berani membantumu saat itu. Benar-benar sendiri,” katanya.

“Kelompok pengecut yang zaman orde baru cuma berani pegang burung di rumah, kini berkoar-koar seolah-olah berani terhadap pemerintah. Beraninya juga ramai-ramai,” tandas Teddy Gusnaidi.

Sumber: pojoksatu

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel