Wacana pemakzulan Jokowi, Denny Siregar: Perangkapnya kekecilan!



MARTIRNEWS.COM - Beberapa waktu belakangan, diskusi online yang mengambil topik pemakzulan Presiden ramai diperbincangkan.

Salah satunya bahkan menyoal pemakzulan Jokowi di tengah pandemi. Hal ini mendapat perhatian dari beberapa tokoh, salah satunya Denny Siregar.

Denny mengungkap pendapatnya tentang gerakan kecil untuk membangun persepsi pemakzulan Jokowi. Menurutnya, hal tersebut bukan tanpa alasan.

“Ini bukan paranoid ya. Tapi kita bisa lihat keping-keping petunjuk untuk melihat gambaran besarnya,” kata Denny dalam video ‘Mau Jatuhkan Jokowi? Tunggu 2024 Aja’ yang tayang di YouTube.

Kontroversi lockdown

Petunjuk pertama menurut Denny soal kontroversi lockdown saat pandemi COVID-19. “Ada beberapa pihak bahkan partai yang dengan sistematis  membangun wacana supaya Indonesia lockdown.”

Kepala daerah yang sealiran bahkan colong start lakukan lockdown. “Ini jelas memainkan persepsi agar pusat dianggap lemah dan tidak berwibawa.,” kata Denny.

Tapi Pemerintah pusat memberlakukan PSBB sehingga apa yang disebut serangan ke Pusat oleh Denny jadi berkurang. “Dan berhasil orang fokus ke daerahnya masing-masing dan memunculkan panggung baru yang diisi oleh beberapa kepala daerah.”

Tolak new normal

Pemerintah bersiap memberlakukan fase new normal untuk memulihkan ekonomi. Denny lalu menampilkan narasi jeritan pengusaha yang hanya mampu bertahan hingga Juni 2020. Kalau tidak, maka bulan Agustus diprediksi akan terjadi PHK besar-besaran.

“Dan perhatikan siapa mereka yang menolak? mereka lagi, orang dan partai yang menyerukan lockdown. Narasi mereka bahkan lebih sadis ‘kalau new normal dilakukan maka akan terjadi pembunuhan massal’,” ujar Denny.

Pihak tersebut ingin PHK meluas, pengangguran bertambah. “Orang lapar lebih mudah diprovokasi,” kata Denny. Menurutnya kalau hal itu terjadi mereka akan mengompori. “Kelak mereka akan berteriak, ‘Jokowi gagal, turunkan segera!’ Mereka membuat perangkap untuk menjebak tikus. Sayangnya mereka lupa, yang dihadapi macan, perangkapnya kekecilan,” ujarnya disertai derai tawa.

Isu lama, PKI

Kelompok tersebut kata Denny memunculkan isu basi, yaitu PKI. “Dengan memunculkan isu Islam versus PKI sehingga gaungnya lebih besar. Islam yang mereka bangun diwakilkan dengan para habib. Ketika Habib Bahar keluar dari penjara maka niat mereka akan menggiring perlawanan terhadap PKI”.

“Dan siapa PKI? Kita sudah tahu sejak lama mereka sudah menuduh Jokowi dan pemerintah sekarang ini banyak diisi PKI”.  Denny Siregar bilang mereka gagal karena rakyat sudah cerdas.

Akademisi turun tangan

Selanjutnya Denny menyorot kalangan akademisi. “Tugasnya membawa wacana menurunkan Presiden di masa pandemi ini sah adanya. Itu mereka lakukan lewat seminar virtual yang mereka promosikan ke mana-mana. Yang kalangan akademisi sok pintar ini tidak sadari adalah bahwa rakyat tidak gampang dibodohi. Mereka malah mendapat protes dari masyarakat, bukan pemerintah”.

Denny mengungkap tokoh di balik seminar tersebut adalah barisan sakit hati yang tak terima kenyataan kalau Jokowi adalah Presiden yang sah karena dipilih saat Pilpres.

Denny berpendapat mereka yang ingin Jokowi turun sebelum waktunya karena beberapa hal. Di antaranya karena pundi keuangan yang menipis dan gerakan mereka lebih mudah dipetakan. Di sisi lain ekonomi era Jokowi lebih jelas arahnya. “Markibong, ‘mari kita bongkar semua’, tutup Denny Siregar.

Sumber: hops

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel