Ahok Kasi Hukuman Gini ke Pejabat Pertamina yang Bikin Jengkel: Kalau Dulu Saya Maki-maki



MARTIRNEWS.COM - Bukan lagi maki-maki, begini cara Ahok Beri 'hukuman' ke pejabat Pertamina yang bikin dirinya jengkel dan tak nyaman

Sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan karakter meluap luapnya.

Saat Suami Puput Nastiti Devi itu menjabat Gubernur DKI Jakarta, dirinya bahkan diketahui sering memaki-maki dan ngamuk ke staf dan orang-orang yang terkait dengannya dianggap tidak bekerja dengan baik.

Tidak salah jika label galak melekat pada mantan Suami Veronica Tan ini.

Namun ternyata kini Ahok sudah berubah. Dirinya tak lagi menggunakan hal itu untuk menghukum pejabat atau petinggi Pertami kini.

Seperti diketahui, ayah 4 anak itu kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamin usai ditunjuk Erick Thohir.

Hal tersebut dinyatakan Ahok dalam Video wawancara di Youtube dengan Daniel Mananta.

Dalam Video yang rilis Senin (29/6/2020), Ahok menjelaskan tentang kesehariannya sebagai pejabat perusahaan besar itu.

Bermula saat Daniel Mananta menanyakan sikap Ahok menyampaikan kebenaran usai keluar dari penjara Mako Brimob.

"Setelah lulus ujian dan keluar gimana caranya menyampaikan sebuah kebenaran tanpa membuat sakit hati."

"Karena kadang-kadang susah juga kalau kita diam saja, kita merasa ada sesuatu di dalam hati kita ini nggak benar nih, cuma kalau kita ungkapkan yang ada si orang tersebut sakit hati," kata Daniel.

Menurut Ahok, dirinya sekarang belajar untuk bisa mengolah emosi dengan baik.

Kalau dulu dirinya diidentikkan dengan orang yang mudah marah-marahkepada orang yang tidak melakukan tugas dengan baik.

Kini Ahok berubah dan punya prinsip baru saat menegur tegas tapi dalam hatinya mengasihi orang yang ditegur tersebut.

Selain itu, Ahok yang sekarang juga berprinsip, jika tidak suka dengan perbuatan seseorang, tidak boleh membenci orangnya.

"Jadi ada perbedaan sekali, saya bisa rasakan, saya sekarang juga belajar."

"Kalau kita marah sama orang, kita menegur orang, bilang kebenaran dengan kemarahan ada kebencian di dalam kita, itu jadinya nggak tepat."

"Jadi harusnya, bahasanya menegur tapi dalam hati kita mengasihi, kita nggak suka perbuatannya tapi kita nggak benci dia," ujar Ahok.

Daniel beranggapan, sebenarnya kemarahan memang tetap diperlukan, apalagi jika terjadi ketidakadilan.

"Do you still get angry atau akhirnya, yaudah deh gue diam aja daripada nanti gue masuk (penjara) lagi itu misalnya?" tanya Daniel.

Ahok menegaskan, dirinya sekarang juga tidak diam saja ketika melihat ada yang tidak beres.

Ia lantas menyinggung soal dirinya yang pernah marah saat rapat internal di Pertamina.

Bahkan, Ahok tak segan-segan untuk mengancam akan memecat pihak yang tidak melaksanakan tugasnya.

"Saya kalau dia (pejabat yang tidak melaksanakan tugas) nggak laksanakan, saya sampaikan 'kalau anda nggak kerjakan sekali lagi mohon maaf saya akan usul pecat'," kata Ahok.

Menurut Ahok, hal itu disampaikannya secara terbuka didepan para peserta rapat yang lain.

Tak hanya itu, Ahok juga menceritakan dirinya yang pernah dibuat jengkel oleh pejabat Pertamina yang lain.

Saat itu, Ahok mengingatkan, agar pejabat lain yang ingin melakukan tindakan di Pertamina untuk meminta izin kepada dirinya, termasuk pergantian direksi.

"Ketika melakukan sesuatu tanpa melalui izin saya, lalu saya bilang 'saya bukan sombong, kan saya ditugaskan sebagai Komut di sini."

"Tentu banyak hal yang dilakukan penggantian direksi harus lapor kepada saya'."

"Lalu tiba-tiba ada seorang pejabat angkat tangan yang ngomong begini 'mohon maaf itu bukan urusannya Komut, ini langsung dengan Menteri BUMN'."

"Wah ini kalau pikir kan kurang ajar banget gitu kan," ujar Ahok.

Kalau dulu, lanjut Ahok, dirinya menemui orang yang seperti itu, mungkin akan langsung dimaki-maki.

Tapi sekarang, Ahok lebih memilih untuk tetap tenang dalam menyikapinya.

"Kalau dulu kayak gitu saya maki-maki tapi untuk sekarang, dia ngomong seperti itu saya senyum aja."

"Saya cuma bilang sama Dirut yang lain, sekali lagi kalian lakukan seperti ini saya akan ajukan mundurkan diri atau pecat kalian," terang Ahok.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel